Pemerintah Pusat Dukung Pembangunan TPST-RDF Perkuat Pengelolaan Sampah Padang

News196 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Pemerintah pusat memberi lampu hijau bagi penguatan tata kelola sampah Kota Padang melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis Refuse Derived Fuel (TPST-RDF). Dukungan tersebut menegaskan keseriusan nasional dalam mendorong teknologi pengolahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Saat meninjau kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Dingin, Minggu (30/11/2025), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan komitmen pemerintah pusat sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban bencana di Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan sampah daerah. Ia memaparkan bahwa teknologi RDF diperlukan untuk mengendalikan peningkatan volume sampah kota yang mencapai 645–750 ton per hari, dengan 500–600 ton masuk ke TPA Air Dingin.

“Volume sampah terus meningkat sementara kapasitas TPA semakin terbatas. Teknologi RDF adalah solusi yang tepat untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi terbarukan,” ujar Fadly.

Zulkifli Hasan menilai pembangunan fasilitas tersebut sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui pengelolaan sampah yang lebih modern.

Menurutnya, skema pembiayaan melalui APBN sedang diupayakan dan akan dibahas bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta kementerian terkait lainnya.

“Program RDF seperti di Padang harus kita dukung karena memberi nilai tambah, mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan, dan mendorong energi alternatif. Pemerintah pusat siap memberikan dukungan teknis serta koordinasi lintas kementerian agar proyek ini segera terwujud,” tegas Zulkifli.

TPST-RDF tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga 500 ton sampah per hari ketika beroperasi penuh. Selain memperpanjang usia TPA Air Dingin, fasilitas ini diharapkan menekan emisi, memperkuat ekonomi sirkular, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

RDF yang dihasilkan nantinya akan diserap PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif dengan kapasitas penggunaan mencapai 200 ton per hari. Kunjungan tersebut turut dihadiri para pimpinan OPD di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, serta unsur terkait lainnya. (rn/*/pzv)

Komentar