Yota Balad Fokus Tekan Stunting Pariaman Lewat Gerakan Ketahanan Pangan

News244 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Pemerintah Kota Pariaman menargetkan angka stunting turun di bawah 10 persen. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Pariaman Yota Balad saat membuka Gerakan Ketahanan Pangan dan Bakti Kesehatan 2025 di Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Burhanudin Al Muhajirin, Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (9/9/2025).

Menurut Yota, kegiatan yang digelar bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang ini menjadi langkah strategis untuk menekan prevalensi stunting yang masih cukup tinggi di daerahnya. Ia mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung kesehatan masyarakat.

“Berdasarkan hasil survei, angka stunting di Kota Pariaman pada 2023 sebesar 17,8 persen dan pada 2024 turun menjadi 15,6 persen. Angka ini masih tinggi sehingga diperlukan langkah bersama untuk menekan prevalensi tersebut,” ujar Yota Balad.

Ia menekankan pentingnya Gerakan Cegah Stunting yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, dengan tujuan meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen para pemangku kebijakan. Yota menyebut lima kunci pencegahan stunting atau metode ABCDE, yakni aktif mengonsumsi tablet tambah darah, bumil rutin memeriksakan kandungan minimal enam kali termasuk dua kali USG, mencukupi protein hewani, datang ke posyandu tiap bulan, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

“Deteksi dini merupakan langkah awal untuk mengetahui masalah kesehatan sehingga bisa ditangani segera. Melalui puskesmas, Dinas Kesehatan Pariaman sudah turun ke sekolah-sekolah. Dalam program bakti kesehatan ini juga tersedia pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian tablet tambah darah, penyuluhan pola hidup sehat, serta bantuan bagi ibu hamil,” jelasnya.

Yota menambahkan, pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, ibu hamil, hingga anak usia dini agar tumbuh kembang anak optimal. Dengan demikian, potensi lahirnya generasi yang lemah akibat gizi buruk dapat dihindari.

“Kami berharap kepala desa, tokoh masyarakat, kader posyandu, bidan desa, serta TNI/Polri ikut bahu membahu melaksanakan gerakan cegah stunting sesuai perannya masing-masing. Target kita adalah menekan stunting hingga nol persen agar anak-anak Pariaman tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar