Dari Sumbar ke Nasional, Adrian Tuswandi Raih Posisi Strategis di PWI

News503 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – Nama Adrian Tuswandi, atau akrab disapa Toad, kembali menjadi sorotan setelah resmi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030. Keputusan itu diumumkan langsung Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam rapat koordinasi di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Penunjukan tersebut bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi insan pers Sumatera Barat. Sosok yang telah malang melintang di dunia jurnalistik dan komunikasi ini dianggap membuktikan bahwa wartawan asal Ranah Minang mampu berkiprah di panggung nasional.

“Adrian Tuswandi adalah pekerja keras dengan rekam jejak yang konsisten. Dari memimpin Jaringan Pemred Sumbar, menjadi Komisioner Komisi Informasi dua periode, hingga dipercaya sebagai Dewan Pengawas LKBN Antara, semua itu menegaskan kualitasnya. Kini di PWI Pusat, ia semakin bersinar,” ujar Revdi Iwan Syahputra, Pemimpin Redaksi Rakyat Sumbar yang akrab disapa Ope.

Perjalanan panjang Adrian di dunia pers memang tidak instan. Ia dikenal mampu menjembatani kepentingan organisasi dan kebutuhan publik sejak menjabat Ketua Jaringan Pemimpin Redaksi Sumbar (JPS), hingga kemudian tampil sebagai pejuang keterbukaan informasi publik saat menjadi Komisioner Komisi Informasi Sumbar dua periode.

Kiprah itu membuatnya dipercaya menempati posisi strategis di tingkat nasional. Pada Januari 2025, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Dewan Pengawas LKBN Antara. Penugasan tersebut mempertegas kapasitas Adrian sebagai figur dengan integritas dan pengalaman luas.

Menurut Ope, karakter yang membedakan Adrian adalah sikap kritisnya. Ia dikenal berani menyampaikan pandangan tajam demi menjaga integritas lembaga maupun nilai demokrasi. Salah satu contohnya saat menyoroti proses seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar yang dianggap sarat ketidakjelasan.

“Sikap kritis itu membuatnya dihormati. Adrian tidak hanya berpikir sebagai wartawan, tetapi juga sebagai penjaga nilai demokrasi,” tambah Ope.

Sumatera Barat kian membanggakan dengan masuknya dua tokoh pers di jajaran PWI Pusat. Selain Adrian, ada nama Basril Basyar, mantan Ketua PWI Sumbar, yang dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasehat. Keduanya dinilai memberi warna baru bagi perjalanan organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu.

Ope menegaskan, amanah yang kini diemban Adrian adalah simbol dedikasi panjangnya. “Ia representasi putra Minang yang membuktikan diri bisa bersinar di tingkat nasional. Kita berharap kiprahnya memberi dampak positif bagi PWI Pusat dalam menghadapi tantangan dunia pers,” katanya.

Dengan posisi barunya, Adrian Tuswandi membawa semangat keterbukaan, integritas, dan keberanian dari Ranah Minang untuk diperjuangkan di panggung nasional. (rn/*/pzv)

Komentar