Pariaman Rayakan HUT ke-23, Yota Balad Ajak Basamo Bangun Kampung

Parlemen349 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Kota Pariaman genap berusia 23 tahun. Dalam suasana penuh haru dan syukur, Wali Kota Yota Balad mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan semangat membangun kampung halaman. Hal itu disampaikannya saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pariaman yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD, Rabu (2/7/2025), yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Mulyadi dan jajaran Forkopimda.

“Transformasi Pariaman dalam 23 tahun terakhir sungguh luar biasa. Infrastruktur membaik, sektor pendidikan dan kesehatan meningkat, pariwisata pun kini menjadi penopang ekonomi utama,” kata Yota Balad. Ia juga menyoroti beberapa program unggulan yang telah dijalankan selama 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Mulyadi, seperti program Pariaman RISALAH, SAGA SAJA PLUS, Bimbingan Belajar untuk siswa tidak mampu, serta pemberian asuransi kesehatan dan keselamatan kerja untuk tokoh adat, petugas keagamaan, dan perangkat desa.

Tak hanya itu, program “Satu Rumah Satu Hafidz” juga telah resmi diluncurkan, menandai komitmen pembangunan karakter generasi muda di Kota Tabuik. Menurut Yota, seluruh capaian itu terwujud berkat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Wali Kota Pariaman dua periode, Mukhlis Rahman, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan dan keharuan atas perkembangan kota yang pernah ia pimpin. Ia mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, termasuk pembangunan yang sempat tertunda, serta penataan ruang kota yang belum optimal.

“Prioritaskan pembangunan yang terbengkalai. Trotoar bukan untuk berdagang, jalan umum jangan disalahgunakan. Semua fasilitas publik harus dimanfaatkan sesuai fungsi agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Mukhlis juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan kepemimpinan saat ini agar menarik lebih banyak investasi ke kota tersebut. Ia berharap semangat “Basamo Mambangun Kampuang” menjadi landasan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Acara peringatan juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat Kota Pariaman dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat dalam rapat yang turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Ketua DPRD se-Sumatera Barat, tokoh adat, pimpinan perguruan tinggi, organisasi perempuan, serta perwakilan BUMN dan lembaga vertikal lainnya. (rn/*/pzv)

Komentar