Pesisir Selatan, RANAHNEWS – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat, Alni, mengingatkan jajaran Bawaslu kabupaten dan kota agar menggencarkan publikasi kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
“Publikasi itu penting. Ia bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi juga membangun partisipasi dan pendidikan politik publik,” ujar Alni saat membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 di Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, meskipun tahapan Pemilu dan Pilkada telah usai dan beberapa anggaran telah direalokasi, publikasi tetap harus menjadi prioritas. Hal ini penting agar peran pengawasan tetap terasa di tengah masyarakat.
“Masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menjaga eksistensi lembaga sekaligus menggerakkan masyarakat agar tetap aktif berpartisipasi,” imbuh Alni.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, menilai kegiatan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menambah wawasan jajaran pengawas.
“Kami rutin setiap minggu melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan, mulai dari evaluasi pengawasan hingga peningkatan kapasitas lembaga pengawas,” kata Afriki.
Anggota Bawaslu Pesisir Selatan, Nurmaidi, juga memaparkan sejumlah langkah pencegahan pelanggaran selama proses Pemilu dan Pilkada. Ia menyebutkan bahwa tindakan pencegahan jauh lebih efektif untuk menjaga proses demokrasi tetap adil dan jujur.
“Mulai dari imbauan tertulis, koordinasi dengan pemangku kepentingan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, hingga deklarasi kampung pengawasan partisipatif telah kami lakukan,” ungkapnya.
Sepanjang tahapan Pemilu dan Pilkada, Bawaslu Pesisir Selatan menerbitkan 66 surat imbauan, menandatangani 12 naskah PKS, menggelar tiga kali konferensi pers, serta menyebarluaskan 539 berita kepada publik. Selain itu, terdapat empat kali deklarasi kampung pengawasan partisipatif yang menjadi bagian dari penguatan peran masyarakat.
Ketua KPU Kabupaten Pesisir Selatan, Aswandi, mengapresiasi upaya preventif yang dilakukan Bawaslu. Ia mengaku pihaknya sangat terbantu dengan adanya surat imbauan yang dikirimkan secara berkala.
“Kami jadi lebih mudah memahami batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Imbauan dari Bawaslu selalu kami teruskan ke PPK, PPS, hingga KPPS,” ujarnya.
Pertemuan yang digelar di Kantor Bawaslu Pesisir Selatan ini dihadiri langsung oleh seluruh pimpinan, pejabat struktural, sekretariat Bawaslu kabupaten, dan para pemangku kepentingan kepemiluan. (rn/*/*pzv)













Komentar