Warga Simalanggang Ungkap Keresahan Sosial Saat Reses Irsyad Syafar

Parlemen117 Dilihat

Limapuluh Kota, RANAHNEWS – Reses perseorangan anggota DPRD Sumatera Barat, Irsyad Syafar, di SD IT AR Risalah, Nagari Simalanggang, Sabtu (26/7/2025), tidak hanya menjadi ajang menyerap aspirasi seputar pendidikan, tetapi juga ruang terbuka bagi masyarakat menyuarakan keresahan sosial yang kian kompleks. Dalam forum yang dihadiri tokoh masyarakat, guru, wali murid, dan perwakilan nagari, isu pendidikan dan moral anak bangsa mencuat bersamaan sebagai perhatian bersama.

Kepala Sekolah SD IT AR Risalah, Fauzul Azim, M.Pd., mengapresiasi perhatian Irsyad yang telah mengusulkan pembangunan jalan lingkungan menuju sekolah mereka dan akan direalisasikan tahun ini. Ia berharap dukungan berkelanjutan untuk penguatan program pendidikan dan sarana fisik sekolah.

Tokoh masyarakat Eddi Rusydi mendorong adanya dukungan konkret dari wakil rakyat demi peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Hal senada disampaikan Sri Melta, yang mengangkat persoalan akses beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.

Sejumlah warga juga menyuarakan kekhawatiran terhadap maraknya penyakit masyarakat seperti judi, pergaulan menyimpang, dan lemahnya kontrol sosial terhadap generasi muda. “Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah dan DPRD melalui regulasi serta edukasi yang menyentuh akar persoalan,” ungkap Muhammad Ger.

Masukan lain datang dari Buk Ade, yang menyoroti praktik seni tari di sekolah yang dinilai kurang sesuai dengan nilai agama dan budaya Minangkabau. Ia mencontohkan tarian campuran siswa laki-laki dan perempuan yang berpegangan tangan, dan meminta perhatian agar pendidikan tetap berlandaskan syariat.

Menanggapi hal tersebut, Irsyad Syafar menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi sesuai kewenangan. Ia mendorong masyarakat aktif membangun nagari dengan memperkuat karakter dan nilai moral generasi muda. “Sekolah rakyat harus menjadi benteng akhlak dan intelektual anak-anak kita. Sementara itu, penyakit masyarakat harus kita lawan bersama melalui penguatan keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial,” tegasnya.

Irsyad juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat di luar masa reses untuk menyampaikan program kolektif yang terarah dan solutif. (rn/*/pzv)

Komentar