Padang, RANAHNEWS.com — Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, terkait tawaran gelar adat Minangkabau menjadi sorotan setelah potongan videonya beredar luas di media sosial. Dalam tayangan tersebut, ia mengaku sempat marah saat ditawari gelar adat oleh seorang ketua adat dari Sumatera Barat.
Video yang disebut berasal dari kegiatan di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri itu memperlihatkan Djamari berbicara di hadapan peserta dan secara khusus menanyakan keberadaan orang Minang di ruangan tersebut.
“Orang Minang? Satu-dua ada lagi? Ya, coba berdiri-berdiri, ya. Oke, terima kasih,” ucapnya dalam video tersebut.
Ia kemudian menjelaskan pengalaman ketika didatangi seorang ketua adat Sumatera Barat setelah dirinya menjabat sebagai Menko Polkam. Dalam pertemuan itu, ia mengaku ditawari untuk dilantik menjadi datuk.
“Ceritanya begini, begitu saya jadi MenkoPolkam, datanglah yang namanya ketua adat dari Sumatera Barat, datang ke kantor saya,” ungkapnya.
“Menawarkan kepada saya untuk dijadikan datuk. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tahu-tahu datang seperti itu. Sebelum-sebelumnya mereka tak kenal saya, celakanya itu,” lanjutnya.
Djamari mengatakan dirinya mempertanyakan manfaat dari gelar adat tersebut, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat Minangkabau.
“Sampai saya tanyakan, apa untungnya buat saya dan apa untungnya untuk orang Minang kalau saya jadi datuk,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya kesalahan dalam pemberian gelar adat kepada seseorang yang kemudian disebutnya terlibat kasus narkoba.
“Kenapa salah, kan lantik seorang jenderal datuk dan dia adalah biang keroknya narkoba. Jadi kamu akan persamakan saya dengan narkoba itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. DR. Fauzi Bahar, menanggapi pernyataan tersebut dengan memberikan kiasan mengenai nilai-nilai dalam budaya Minangkabau.
“Orang Minang selalu mahandokkan kuku. Orang sombong tidak ada dalam ajaran orang Minang,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/3/2026) malam melalui pesan WhatsApp.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dalam kehidupan.
“Iblis dikeluarkan dari syorga karena sombongnya. Sombong itu pakaian Allah. Tidak masuk syorga orang sombong,” katanya. (rn/*/pzv)













Komentar