Sistem Peringatan Dini Diperkuat, Padang Antisipasi Megathrust

News446 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Di tengah meningkatnya potensi bencana alam di wilayah pesisir Sumatera Barat, upaya peningkatan kesiapsiagaan menjadi sorotan utama. Pada Rabu (7/5/2025), Monumen Tugu Gempa di Kota Padang menjadi saksi pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana yang dipimpin oleh Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mewakili Kepala BNPB.

Dalam amanatnya, Rustian menekankan bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah dengan hampir semua jenis potensi bencana, terutama di kawasan pesisir yang rawan gempa megathrust. Ia menyampaikan harapannya agar aktivitas seismik berskala kecil dapat membantu melepaskan energi besar yang selama ini tertahan.

“Megathrust ini belum pernah lepas. Mudah-mudahan dengan adanya bencana kecil, energinya bisa terurai sehingga dampaknya tidak besar,” ujarnya.

Selain gempa, Rustian menyoroti banjir sebagai ancaman nyata bagi Kota Padang karena letaknya yang berada di cekungan. Bahkan curah hujan ringan saja bisa memicu banjir di sejumlah wilayah, ditambah risiko longsor saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau.

“Kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Karena itu, apel ini bagian penting dari kesiapsiagaan kita bersama,” tegasnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menjalankan Program Unggulan (Progul) “Padang Sigap” sebagai bentuk tanggung jawab menghadapi potensi bencana, termasuk megathrust.

Ia juga mengapresiasi dukungan sistem peringatan dini (early warning system) yang telah terpasang di beberapa titik. Menurutnya, keberadaan sistem tersebut harus disertai pemahaman masyarakat agar efektif saat bencana melanda.

“Kami berharap sistem ini dapat dikenali dengan baik oleh warga, sehingga mereka siap dan tanggap jika bencana datang,” kata Fadly.

Untuk itu, pihaknya bersama Forkopimda berkomitmen menggelar simulasi evakuasi secara rutin, tak hanya di sekolah dan kelurahan, tetapi juga di tingkat kota. Fadly menegaskan bahwa kesiapan masyarakat merupakan kunci dalam mengurangi risiko dan korban saat terjadi bencana.

“Simulasi penting agar warga tahu jalur evakuasi dan langkah penyelamatan. Saat bencana datang, mereka tidak panik,” pungkasnya, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Hendri Zulviton. (rn/*/pzv)

Komentar