Sepak Rago Kembali Menggema Lewat Festival Evi Yandri Cup IV

Pariwisata383 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Tradisi permainan anak nagari Minangkabau kembali hidup di tengah masyarakat melalui Festival Sepak Rago Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV yang digelar di Kelurahan Balai Gadang, Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, 11–13 Juli 2025. Sebanyak 35 tim dari Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman ambil bagian dalam festival ini dan tampil penuh semangat untuk memperebutkan piala bergilir.

Festival dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, Jumat malam (11/7), diiringi antusiasme ratusan penonton yang menyaksikan kembalinya tradisi yang hampir punah ini. Sepak Rago bukan sekadar permainan, tapi sarat nilai-nilai sosial dan budaya yang tumbuh dalam masyarakat Minangkabau.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, mengatakan bahwa festival ini menjadi bentuk komitmen dalam menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. “Permainan ini bukan tentang saling menjatuhkan seperti sepak takraw. Sepak Rago mengajarkan kekompakan, ketangkasan, dan sportivitas dalam bentuk yang lembut namun penuh makna,” ujarnya.

Evi menjelaskan, tradisi Sepak Rago dulunya menjadi media perlawanan tersembunyi terhadap penjajah, karena saat itu generasi muda dilarang belajar silat. Dengan permainan ini, mereka tetap melatih kekuatan, konsentrasi, dan koordinasi.

“Permainan ini mengajarkan nilai-nilai luhur: memberi yang terbaik walau menerima yang buruk, tidak menyimpan dendam, serta bekerja sama menjaga bola tetap melayang di udara,” ucap Evi.

Ia menambahkan, saat ini tradisi Sepak Rago masih bertahan hanya di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, terutama di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo untuk wilayah Kota Padang.

Melalui festival ini, Evi Yandri berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar