Seminar Kemenag Solok Bahas Tantangan Moral Generasi Muda

Pendidikan220 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Krisis moral di kalangan generasi muda dinilai kian memprihatinkan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok menjawab kondisi tersebut dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Addressing Future Challenges: The Role of Law, Morality, Culture, and Character Education in Shaping the Young Generation”, Selasa (5/8), di Solok Premiere Hotel.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari unsur pendidik, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta pejabat Kemenag. Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenag dalam menghadirkan ruang diskusi strategis tentang peran pendidikan karakter.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, DR. (Cand) Zulkifli, S.Ag., MM., menekankan bahwa gejala kemerosotan moral di tengah anak muda merupakan peringatan serius yang tidak bisa diabaikan. Ia menyebut modernisasi yang tidak terarah telah menggusur nilai-nilai agama dan adat istiadat yang menjadi fondasi masyarakat.

“Dekadensi moral bukan sekadar isu. Kita melihat sendiri bagaimana nilai-nilai agama dan adat mulai tergeser oleh arus modernisasi yang tidak terkendali,” ujar Zulkifli.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag menjadi penggerak utama dalam menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan dan budaya Minangkabau, yang berpijak pada falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Menurutnya, madrasah kini telah menjadi pilihan utama dalam membentuk generasi berkarakter, tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan tetapi juga dalam ketakwaan.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam memerangi krisis moral yang mengancam generasi muda. Ia menyebutkan ancaman penyalahgunaan narkotika, kekerasan, hingga penyimpangan perilaku harus dihadapi bersama.

“Kita tidak bisa membiarkan penyakit masyarakat tumbuh subur di lingkungan kita. Madrasah, pesantren, dan para penyuluh agama harus menjadi benteng moral terdepan,” kata Candra.

Dalam seminar ini juga diluncurkan buku Parangai Elok, karya H. Zulkifli, S.Ag., MM., dan tim. Buku tersebut memuat nilai-nilai akhlak mulia serta falsafah Sumbang Duo Baleh, yang merupakan bagian penting dari warisan etika sosial Minangkabau.

Seminar ini menegaskan peran strategis Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. (E_J)

Komentar