Musrenbang Solok 2027 Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,82 Persen

Ekonomi84 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan arah pembangunan 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat kabupaten di Arosuka, Selasa (31/3/2026), dengan target pertumbuhan ekonomi 6,82 persen di tengah tren penurunan pada tahun sebelumnya.

Wakil Bupati Solok H. Candra dalam forum tersebut memaparkan tema pembangunan 2027, yakni “Penguatan Landasan Transformasi Daerah yang Berintegritas dan Berdaya Saing” sebagai bagian dari implementasi RPJMD 2025–2029.

Data 2024–2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok menurun dari 3,91 persen menjadi 3,01 persen. Pemerintah daerah menyebut kondisi tersebut dipengaruhi dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, sejumlah indikator sosial mengalami perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 72,29 menjadi 73,26, tingkat kemiskinan turun dari 7,31 persen menjadi 6,52 persen, indeks gini membaik dari 0,241 menjadi 0,219, serta tingkat pengangguran terbuka menurun dari 4,91 persen menjadi 4,7 persen.

“Kondisi ini menjadi tantangan kita bersama. Pertumbuhan ekonomi harus kembali didorong agar selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Candra.

Untuk 2027, pemerintah daerah menargetkan peningkatan sejumlah indikator, di antaranya PDRB per kapita sebesar Rp60,54 juta, IPM menjadi 73,84, tingkat kemiskinan turun hingga 5,35 persen, serta pengangguran terbuka menjadi 4,32 persen.

Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah juga menetapkan 20 program prioritas pembangunan yang mencakup penguatan sektor unggulan daerah, peningkatan layanan dasar, hingga pengembangan infrastruktur.

Program tersebut antara lain pengembangan Gunung Talang sebagai destinasi wisata, penguatan Nagari Kreatif Hub, hilirisasi komoditas pertanian, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan termasuk program Universal Health Coverage dan penanganan stunting.

Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, sanitasi, serta pengelolaan sampah melalui program Solok Bersih tetap menjadi perhatian, disertai penguatan transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kapasitas UMKM serta koperasi desa.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya inovasi ekonomi sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui pengembangan sektor pariwisata dan pengolahan hasil pertanian.

Di sisi perencanaan, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, salah satunya terkait R3P yang belum tuntas dan perlu diselesaikan untuk menghindari tumpang tindih kebijakan.

Melalui Musrenbang ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memastikan setiap rencana pembangunan dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (E_J)

Komentar