PWI Sumbar Pastikan Hak Suara Sah di Kongres Persatuan PWI 2025

News471 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Perseteruan berkepanjangan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang berlangsung lebih dari setahun akan mencari titik akhir melalui Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Jawa Barat, pada 29–30 Agustus 2025. PWI Sumatera Barat akan hadir dipimpin langsung Ketua Widya Navies bersama Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Zul Effendi.

“Harapan kita, konflik ini segera berakhir sehingga PWI bisa kembali menata langkah menuju masa depan,” ujar Widya Navies yang didampingi Zul Effendi, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, dan sejumlah pengurus di Sekretariat PWI Sumbar, Jumat (8/8) pagi.

Widya menegaskan, meski sempat dibekukan oleh kepengurusan Hendri Ch Bangun, PWI Sumbar tetap memegang hak suara sah di kongres. Hal ini diperkuat dengan undangan resmi dari Steering Committee dan Organizing Committee Kongres Persatuan PWI 2025 bernomor 058/PWI-P/KP-SP/VIII/2025 tertanggal 7 Agustus 2025, yang ditandatangani Zulkifli Gani Ottoh, IGMB Dwikora Putra, M. Selamet, dan Susanto TB Adhi. Undangan tersebut mengakui kepengurusan Widya Navies sebagai perwakilan resmi Sumatera Barat.

Surat undangan itu juga memuat empat landasan penyelenggaraan kongres: Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI hasil Kongres XXV Bandung 2023; ketentuan Pasal 25–28 PRT; kesepakatan damai antara Hendry Ch. Bangun dan Zulmansyah Sekedang pada 16 Mei 2025 di bawah mediasi Dewan Pers; serta Surat Keputusan PWI Pusat tertanggal 11 Juni 2025 tentang pembentukan Panitia Bersama Kongres.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar, Sawir Pribadi, menegaskan bahwa dokumen tersebut menjadi bukti sahnya kepengurusan Widya Navies. “Jelas dan terang, kepengurusan PWI Sumbar yang sah adalah di bawah pimpinan Widya Navies,” ujarnya.

Widya Navies dan Zul Effendi memimpin PWI Sumbar berdasarkan hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) Mei 2024, setelah Ketua sebelumnya, Basril Basyar, diberhentikan oleh PWI Pusat sesuai rekomendasi DKP. Pasangan ini terpilih dengan perolehan suara terbanyak, mengomandoi organisasi yang menaungi 303 anggota biasa dan lebih dari 300 anggota muda.

Namun, dua bulan setelah terpilih, konflik di PWI Pusat kian memanas hingga berimbas ke daerah. Kepengurusan Widya Navies dibekukan, dan Hendri Ch Bangun menunjuk pelaksana tugas. Ironisnya, pembekuan itu dilakukan setelah Hendri sendiri dinilai melanggar PD/PRT dan diberhentikan oleh DKP PWI Pusat.

Kendati diguncang persoalan pusat, Widya Navies dan jajaran tetap menjalankan roda organisasi. Seluruh PWI kabupaten/kota di Sumbar solid berada dalam satu barisan. Mereka bahkan baru saja menyelesaikan agenda besar, yakni pendataan keanggotaan dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Provinsi (Porwaprov) PWI Sumbar di Payakumbuh-Limapuluh Kota, Juni 2025. Ajang ini diikuti 273 wartawan yang bertanding pada enam cabang olahraga dan dua cabang jurnalistik. (rn/*/pzv)

Komentar