PENTAS VIII Resmi Dibuka, Mahasiswa Sejarah Diajak Gali Jejak Srikandi Nusantara

News, Pendidikan230 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Pekan Cinta Sejarah (PENTAS) ke-VIII resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Gedung B Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA), Selasa (15/4/2025). Acara yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPGRISBA ini mengusung tema “Srikandi Sejarah Melahirkan Generasi Menggerakkan Peradaban”.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menekankan pentingnya menjadikan sosok “Srikandi” sebagai lambang keteladanan perempuan dalam perjuangan sejarah Indonesia. Ia mengangkat tokoh-tokoh perempuan inspiratif seperti Rasuna Said, Rohana Kudus, dan Rahmah El Yunusiyah yang telah memberi kontribusi besar bagi bangsa, khususnya di bidang pendidikan dan kemerdekaan.

“Srikandi adalah representasi perempuan yang memiliki semangat juang, kepribadian luhur, serta pengabdian yang tinggi kepada keluarga, bangsa, dan negara,” ujar Maigus yang juga merupakan alumni STKIP PGRI Sumbar.

Selain itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengenal sejarah nasional, tetapi juga menggali sejarah lokal yang kaya makna. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki warisan sejarah yang kuat, termasuk kehadiran dua tokoh perempuan yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah di Kabupaten Dharmasraya.

Mengutip pernyataan Bung Karno, Maigus menyebut bahwa “Indonesia terang benderang bukan karena mercusuar di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin kecil di penjuru negeri”, sebagai simbol pentingnya peran tokoh lokal dalam membangun bangsa.

“Kami mendorong mahasiswa untuk mempelajari sejarah lokal, karena dari sanalah arah pembangunan bangsa dapat ditentukan secara berakar,” tuturnya.

Ketua HIMA Prodi Pendidikan Sejarah, Fahdatul Huriyah, menyampaikan bahwa PENTAS ke-VIII bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang kreatif dan inspiratif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, khususnya dalam menumbuhkan semangat perubahan.

“PENTAS 2025 menghadirkan berbagai lomba seperti menulis esai, pidato, debat, futsal, voli, solo song, hingga video kreatif sejarah. Semua ini dirancang untuk membentuk mahasiswa sebagai agen peradaban,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar