Pemko Pariaman Luncurkan Pesantren ASN Virtual untuk 1.333 Pegawai

Pendidikan14 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman meluncurkan Program Pesantren ASN Virtual yang diikuti 1.333 aparatur sipil negara (ASN) sebagai upaya memperkuat kompetensi sekaligus membangun integritas moral dan spiritual aparatur di lingkungan pemerintahan.

Program yang digelar melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pariaman itu ditandai dengan Kick Off Pesantren ASN Virtual di Aula Balai Kota Pariaman, Jumat (5/6/2026), dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Pariaman Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan melalui Program Unggulan Pesantren ASN yang menjadi salah satu program unggulan Balad-Mulyadi.

“Kami atas nama pemerintahan mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada BKPSDM yang telah menjalin kerja sama dengan Halaqah Silsilah Ilmiyah (HSI) sehingga Pesantren ASN secara virtual ini bisa terselenggara,” kata Mulyadi.

Menurutnya, program tersebut merupakan tindak lanjut misi Balad-Mulyadi dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui optimalisasi masjid, lingkungan masjid, serta pendidikan Al-Qur’an dan hafiz.

“Kegiatan ini memiliki makna bahwasanya kita mesti memperkuat nilai-nilai ukhuwah islamiyah, nilai-nilai keagamaan, dan nilai-nilai silaturahmi, karena syiar dari nilai-nilai keagamaan ini bisa berjalan maksimal di Kota Pariaman dengan salah satunya motor penggeraknya adalah dari ASN di lingkungan Pemko Pariaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Pariaman Radius Syahbandar menyebut Pesantren ASN merupakan program yang pertama kali dicetuskan oleh Pemerintah Kota Pariaman.

Ia menjelaskan program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan HSI sebagai upaya pemenuhan kewajiban dan peningkatan kualitas talenta ASN di Kota Pariaman. Selain itu, Pesantren ASN juga menjadi wadah pendidikan yang membekali ASN dengan nilai-nilai agama, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Kompetensi ASN sejatinya tidak hanya diukur dari seberapa tinggi kecerdasan intelektual dan keterampilan teknisnya, melainkan seberapa kokoh integritas moral dan spiritual yang mendasarinya sehingga kolaborasi ini adalah langkah nyata kita untuk menyeimbangkan keduanya,” terang Syahbandar.

Ia menambahkan, program tersebut tidak bersifat mengikat karena peserta dapat mengikuti pembelajaran kapan saja dan di mana saja. ASN juga akan mengikuti evaluasi untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang diberikan.

Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat dari HSI, sedangkan yang belum lulus dapat mengulang ujian hingga dinyatakan memenuhi syarat.

Kick Off Pesantren ASN Virtual turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Asisten I Elfis Candra, Ketua Yayasan HSI Heru Nur Ihsan secara daring, kepala OPD, kepala badan, kepala kantor, sekretaris dinas, kepala bidang, pejabat fungsional, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. (rn/*/pzv)

Komentar