Pelantikan Fadly Amran Warnai Pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam di Padang

Pariwisata339 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Kota Padang menjadi sorotan dunia Melayu dan dunia Islam ketika menjadi tuan rumah Pertemuan Internasional Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) pada 8 Agustus 2025. Rangkaian agenda yang dihadiri delegasi dari berbagai negara serumpun ini berpuncak pada pelantikan Pengurus DMDI Sumatera Barat periode 2025–2030 yang diketuai Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Santika, Jumat (8/8), dipimpin langsung Presiden DMDI Tun Seri Setia Mohd Ali Rustam, didampingi Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus. Dalam sambutannya, Tun Mohd Ali mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Padang. Ia menyebut keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan penduduk sebagai modal besar bagi Padang untuk menjadi destinasi unggulan dunia Melayu-Islam.

“DMDI adalah wadah pemersatu bangsa-bangsa serumpun. Kita tidak hanya membicarakan sejarah dan persaudaraan, tetapi juga membangun masa depan bersama. Kami percaya, Kota Padang memiliki potensi besar menjadi pusat kebudayaan dan ekonomi Melayu-Islam di Asia Tenggara,” ujar Yang di-Pertua Negeri Melaka, Malaysia itu.

Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus, menilai Padang memiliki posisi strategis sebagai gerbang hubungan kerja sama 23 negara anggota DMDI. “Setelah pelantikan ini, pengurus DMDI Sumbar diharapkan menjalankan program kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Dengan kepemimpinan Bapak Fadly Amran yang energik dan visioner, saya yakin DMDI Sumbar akan berkembang pesat,” tuturnya.

Fadly Amran menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa momen ini bertepatan dengan Hari Jadi Kota Padang ke-356, sehingga menjadi kesempatan strategis untuk mempererat kolaborasi lintas negara. “Kehadiran para delegasi diharapkan mendorong kemajuan pendidikan, seni budaya, ekonomi, dan pariwisata berbasis nilai-nilai Melayu-Islam,” ujarnya, didampingi Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Dalam pidatonya, Fadly menekankan pentingnya melestarikan budaya Melayu sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. “Budaya Melayu adalah jati diri kita. Tugas kita bukan hanya menjaga, tetapi membuatnya hidup di tengah generasi muda. Saat ini sudah 20 negara tergabung dalam DMDI,” tegasnya.

Fadly memaparkan sejumlah program unggulan, seperti pengembangan pusat kebudayaan Melayu, pelatihan seni tradisional, penguatan jejaring antarnegara, serta integrasi kegiatan budaya dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia juga menargetkan Padang diakui sebagai kota kreatif gastronomi dalam jaringan UNESCO.

Tun Mohd Ali mengingatkan bahwa sejak berdiri 25 tahun lalu, DMDI telah berperan dalam pelestarian budaya dan misi kemanusiaan internasional, termasuk dukungan terhadap penghapusan genosida di Palestina, pengelolaan food bank, hingga bantuan kesehatan. Ia berharap kepemimpinan Fadly yang muda dan progresif dapat membuat Sumbar menjadi contoh bagi daerah lain.

Acara pelantikan turut dihadiri delegasi dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Kamboja, serta perwakilan DMDI dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain pelantikan, digelar pula Makan Bajamba dan Dakwah Serumpun, peninjauan Sekretariat DMDI Sumbar, seminar kebudayaan, serta partisipasi dalam perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-356. Tahun ini, DMDI juga akan menggelar konvensi internasional di Jakarta pada Oktober, yang diharapkan dihadiri DMDI Sumbar dengan delegasi lengkap. (pzv)

Komentar