Padang Raih Penghargaan FKUB Sumbar atas Keberhasilan Menjaga Kerukunan Umat

News317 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Upaya Kota Padang menjaga harmoni antarumat beragama kembali mendapat pengakuan. Pemerintah Kota Padang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang diganjar penghargaan dari FKUB Sumatera Barat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan merawat kerukunan di tengah masyarakat.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI, Adib Abdushomad, bersama Ketua FKUB Sumbar, Duski Samad, kepada Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan Ketua FKUB Kota Padang, Salmadanis. Penyerahan dilakukan dalam acara Silaturahmi Daerah (Silatda) Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan Provinsi Sumbar 2025 di Aula Gubernuran Sumbar, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Sumbar, Muzahar, Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, serta para tokoh lintas agama dari berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi kokoh bagi pembangunan daerah.
“Kerukunan antarumat beragama adalah pondasi penting bagi pembangunan daerah. Insya Allah akan selalu kita jaga bersama-sama di Kota Padang,” ujar Maigus yang juga menjabat Ketua DMI Kota Padang.

Sementara itu, Adib Abdushomad menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kedamaian. Ia menyebut kerukunan sebagai modal utama bangsa untuk melangkah lebih jauh.
“Kerukunan adalah investasi bangsa. Pemerintah, FKUB, dan masyarakat adalah penjaganya. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Ketua FKUB Sumbar, Duski Samad, turut memberikan apresiasi kepada Pemko Padang dan FKUB yang dinilainya sigap dan bijak dalam menghadapi potensi konflik.
“Langkah yang dilakukan Wali Kota Padang dan jajaran bersama FKUB menjadi teladan. Ini menegaskan Kota Padang mampu meredam potensi konflik dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan rasa saling menghormati,” sebutnya. (rn/*/pzv)

Komentar