Padang Bidik Swasti Saba Wistara 2025, Target Emas Kota Sehat

News321 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Kota Padang kembali menguji komitmennya sebagai kota sehat setelah masuk nominasi penghargaan nasional Swasti Saba Wistara Tahun 2025. Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Pusat turun langsung menilai pada Kamis dan Jumat (18–19 September 2025).

Tim yang dipimpin Rusdy Tahir dari Sekretariat Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM bersama Prilia Hamda Yuswindasari dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan disambut Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mewakili Wali Kota Padang. Kehadiran mereka juga didampingi Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Padang, Rukayah Anwar, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang dan Pemprov Sumbar.

Maigus Nasir menegaskan, target utama Kota Padang tahun ini adalah meraih predikat Swasti Saba Wistara atau kategori emas, setelah sebelumnya pada 2023 hanya berhasil meraih kategori perak.

“Penghargaan ini memang penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat Kota Padang dapat hidup sehat, bersih, nyaman, dan aman. Itu tujuan utama kita sesuai dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar,” ujar Maigus.

Ketua FKS Padang, Rukayah Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya bersama perangkat daerah sudah menyiapkan sembilan tatanan dengan total 106 indikator penilaian yang menjadi fokus verifikasi.

“Kita sudah siapkan sembilan tatanan yang akan dinilai. Meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, pariwisata, perkantoran dan perindustrian, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana,” jelas Rukayah.

Sementara itu, Rusdy Tahir dari Tim Verifikasi KKS Pusat menilai bahwa Kota Padang secara dokumen telah memenuhi syarat. Kehadiran tim di lapangan hanya untuk memastikan langsung apakah pelaksanaan program benar-benar berjalan.

“Secara dokumen Kota Padang sudah memenuhi syarat. Kehadiran kami di sini selama dua hari hanya untuk memvalidasi langsung di lapangan. Semoga hasilnya sesuai harapan bersama,” tuturnya. (rn/*/pzv)

Komentar