Jakarta, RANAHNEWS.com — Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dinilai perlu disikapi dengan komunikasi publik yang jelas dan transparan agar tidak memicu aksi panic buying. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi BBM sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap ketersediaan energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran di tengah masyarakat setelah pemerintah menyampaikan bahwa ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 21 hingga 25 hari.
Nevi menilai informasi mengenai kapasitas cadangan operasional BBM perlu dijelaskan secara komprehensif kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan. Padahal yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut,” ujar Nevi dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan panic buying kerap dipicu oleh sejumlah faktor, seperti ketidakpastian informasi, psikologi massa, serta kekhawatiran terhadap situasi geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi.
“Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar daripada kondisi sebenarnya. Ketika sebagian orang mulai menimbun BBM, masyarakat lain ikut melakukan hal yang sama. Inilah yang kemudian memicu antrean panjang di SPBU dan mengganggu distribusi,” jelasnya.
Menurutnya, panic buying dapat menimbulkan kelangkaan buatan atau artificial scarcity yang berpotensi mengganggu sistem distribusi energi nasional serta berdampak pada harga di tingkat masyarakat.
Karena itu, Nevi mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data. Selain itu, stabilitas distribusi dari kilang ke depo hingga ke SPBU perlu dijaga agar pasokan tetap lancar di seluruh wilayah.
“Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM juga harus diperketat, terutama dalam situasi yang rentan memicu spekulasi,” tegasnya.
Ia juga menilai momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat cadangan energi nasional melalui peningkatan kapasitas tangki penyimpanan serta pembangunan cadangan energi strategis.
“Penguatan cadangan energi strategis harus menjadi agenda jangka panjang. Peningkatan kapasitas tangki penyimpanan serta pembangunan cadangan energi nasional merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)













Komentar