Neldaswenti Ajak Pelaku UMKM Sawahlunto Kembangkan Batik Arang dan Ekraf

Parlemen144 Dilihat

Sawahlunto, RANAHNEWS – Upaya menghidupkan ekonomi kreatif di Kota Sawahlunto terus diperkuat melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2023. Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PPP, Neldaswenti, mengajak para pelaku usaha kreatif agar menjadikan regulasi ini sebagai pijakan untuk mengembangkan potensi lokal.

Dalam kegiatan yang digelar di Homestay Meutia, Desa Santua, Minggu (24/8/2025), Neldaswenti menekankan bahwa Perda Ekonomi Kreatif tidak sekadar aturan, tetapi harus dipahami dan dijalankan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Ia menilai, pengembangan ekraf yang kuat akan mendorong identitas Sawahlunto sebagai kota wisata.

“Ini juga merupakan hasil dari aspirasi masyarakat bagaimana pengembangan ekrafnya dapat terpromosikan dengan baik. Sebagai wujud dari Kota Wisata, pelatihan pelaku UMKM harus lebih sering dilakukan dan dikembangkan ke ekraf lainnya,” ujar Neldaswenti yang akrab disapa Eti Zohirin.

Ia mencontohkan produk Batik Arang khas Sawahlunto yang dinilai masih lemah dalam hal promosi. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah kota dapat membuka peluang lebih luas, misalnya dengan memanfaatkan batik sebagai bahan seragam sekolah agar lebih dikenal masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Agustin, menyampaikan bahwa perda ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Ekonomi Kreatif Tahun 2019. Regulasi tersebut memberi ruang untuk meningkatkan sepuluh subsektor ekraf di tiap daerah sesuai kebijakan masing-masing.

“Salah satu ekraf yang bisa menjadi daya tarik di Kota Sawahlunto adalah fashion. Tidak hanya dengan SISSCa, tapi juga dapat menggelar karnaval fashion batik lainnya yang nantinya berdampak kepada sektor ekraf lain,” ucap Agustin.

Selain fokus pada ekraf, Neldaswenti juga menegaskan komitmennya memperjuangkan perbaikan infrastruktur. Ia menyebut telah mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) senilai Rp2,5 miliar untuk pembangunan jalan utama Sawahlunto – Guguk Cino Padang Ganting. Menurutnya, akses jalan yang baik akan memperkuat posisi Sawahlunto sebagai destinasi wisata sekaligus mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar