Modernisasi Stasiun Gambir Dongkrak Minat Gen Z Naik Kereta

Nasional130 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Modernisasi tata kelola dan fasilitas di Stasiun Gambir, Jakarta, mendorong peningkatan minat generasi muda menggunakan kereta api sebagai moda transportasi, termasuk menjelang Idulfitri 2026. Kereta api dinilai semakin tepat waktu, bersih, dan nyaman sehingga menjadi pilihan perjalanan antarkota di Pulau Jawa.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rafli Yandra, mewakili Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, menyebut tren tersebut seiring pembenahan sistem dan layanan stasiun.

“Dari data kekinian seiring tata kelola stasiun dan kereta api yang modern, Gen Z sangat menggandrungi bepergian dengan kereta api. Bahkan Idulfitri 2026, diperkirakan kereta api menjadi pilihan favorit pemudik dari Jakarta ke daerah lain di Pulau Jawa,” ujar Rafli, Senin sore di Gambir.

Stasiun Gambir berperan sebagai stasiun sentral kereta api jarak jauh dari Jakarta. Dari stasiun ini, kereta kelas eksekutif dan sebagian bisnis melayani keberangkatan dan kedatangan menuju kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Malang, dan Solo.

Kepala Tim Ekspedisi Punggung Jawa (KaJe) menilai posisi Gambir strategis dalam sistem perkeretaapian nasional.

“Gambir ini dari zaman Batavia, proklamasi sampai era reformasi, punya fungsi utama sebagai stasiun sentral kereta api jarak jauh,” ujarnya.

Selain sebagai titik awal dan akhir perjalanan, Gambir juga menjadi stasiun pengaturan jadwal dan perputaran rangkaian kereta. Letaknya yang berada di pusat Jakarta, dekat Monumen Nasional dan kawasan pemerintahan, menjadikannya gerbang mobilitas nasional.

Stasiun ini terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti TransJakarta, taksi, transportasi daring, dan bus antarkota, sehingga memudahkan perpindahan penumpang.

Perubahan fasilitas juga menjadi sorotan. Sistem pemindaian wajah, tiket elektronik, serta sarana pendukung dinilai semakin ramah bagi generasi milenial dan Gen Z.

“Dari Gambir kita bisa melihat Monas. Gambir kini tetap legendaris, tetapi dikelola modern, ada pindai wajah, e-ticket, dan fasilitasnya ramah milenial dan Gen Z,” ujar Toaik.

Secara historis, Stasiun Gambir telah berfungsi sejak era kolonial dengan nama Stasiun Weltevreden. Keberadaannya menjadi saksi perkembangan jaringan rel kereta di Pulau Jawa dan tetap mempertahankan peran strategis hingga kini.

“Gambir tidak sekadar pemberhentian. Sejak era penjajahan menjadi pusat transportasi penting Batavia dan saksi perkembangan jaringan rel di Jawa,” kata Maskot.

Tim konten yang terdiri atas kreator dan editor junior memulai Ekspedisi Punggung Jawa dari Stasiun Gambir pada 2–6 Maret 2026, menjelang arus mudik Lebaran. (rn/*/pzv)

Komentar