Mengenal Mardiansyah caketum alumni Univ Bung Hatta Lebih Dekat: Dari Aktivis Kampus hingga Pemimpin Infrastruktur Nasional

News49 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Di tengah menguatnya dinamika pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2026–2030, sosok Mardiansyah menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan. Di balik pencalonannya, tersimpan perjalanan panjang yang membentuk karakter kepemimpinannya hari ini.

Mardiansyah lahir di Bandung, 7 Februari 1978, dari keluarga sederhana dengan akar Minangkabau dan Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Padang, sebelum melanjutkan ke Jurusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta pada tahun 1996.

Sejak masa mahasiswa, Mardiansyah dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil, aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa, hingga terlibat dalam organisasi kemasyarakatan. Bahkan, ia menjadi bagian dari gerakan mahasiswa pada masa reformasi 1998, sebuah fase penting yang membentuk cara pandangnya terhadap perubahan dan kepemimpinan.

Setelah menyelesaikan studi pada tahun 2002, Mardiansyah sempat mengikuti program pertukaran pelajar ke Jerman, sebelum kembali mengabdi sebagai asisten dosen di kampusnya. Ia juga terlibat dalam proyek pembangunan di lingkungan kampus, menunjukkan kedekatannya dengan dunia akademik sejak awal.

Namun, jalan hidup membawanya ke dunia profesional. Kariernya dimulai dari proyek pembangunan Bandara Internasional Minangkabau, sebelum merantau ke Jakarta dan memulai perjalanan panjang di PT Hutama Karya.

Ia memulai dari posisi lapangan sebagai tenaga kontrak pada 2006. Bertahun-tahun bekerja keras di proyek, menghadapi tantangan langsung di lapangan, hingga akhirnya dipercaya memimpin berbagai proyek strategis nasional seperti pembangunan jalan tol di berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat di berbagai posisi penting, mulai dari kepala departemen hingga pimpinan divisi di lingkungan perusahaan. Bahkan, ia sempat terlibat dalam tahap awal pembangunan Ibu Kota Nusantara bersama otoritas terkait.

Kini, Mardiansyah menjabat sebagai Direktur Operasi II PT Hutama Karya, sebuah posisi strategis di perusahaan BUMN yang menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur nasional.

Pemimpin dengan Visi Sistem dan Kolaborasi

Di balik kesuksesan profesionalnya, Mardiansyah dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan kuat tentang pentingnya sistem, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Ia melihat bahwa kekuatan besar tidak hanya terletak pada individu, tetapi pada bagaimana potensi tersebut dihubungkan dan dikelola secara kolektif. Cara pandang ini lahir dari pengalaman panjangnya dalam mengelola proyek besar yang melibatkan banyak pihak dan kepentingan.

Hal inilah yang kemudian ia bawa dalam visinya untuk Ikatan Alumni UBH. Menurutnya, alumni UBH memiliki potensi besar, baik dari sisi jaringan, pengalaman, maupun kekuatan ekonomi, namun belum terintegrasi secara optimal.

Dari Komunitas Menuju Ekosistem

Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum Alumni UBH, Mardiansyah menawarkan gagasan transformasi besar: mengubah alumni dari sekadar komunitas menjadi ekosistem yang terintegrasi.

Ia ingin membangun sistem yang mampu menghubungkan alumni secara nasional, menciptakan peluang ekonomi bersama, serta memperkuat peran alumni dalam pembangunan.

Baginya, organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi harus mampu menciptakan nilai, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata.

Kembali untuk Mengabdi

Meski telah berkiprah di level nasional, Mardiansyah tetap menjaga kedekatannya dengan almamater. Ia aktif dalam kegiatan alumni dan dikenal memiliki hubungan baik dengan berbagai angkatan.

Pencalonannya sebagai Ketua Umum Alumni UBH bukan sekadar langkah organisasi, tetapi juga bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral terhadap kampus yang telah membentuk perjalanan hidupnya.

Di mata banyak alumni, Mardiansyah bukan hanya seorang profesional sukses, tetapi juga representasi dari semangat perjuangan, kerja keras, dan loyalitas terhadap almamater.

Dengan pengalaman, jejaring, dan visi yang dimilikinya, ia kini berada di persimpangan penting, membawa peluang untuk menjadikan Ikatan Alumni UBH sebagai kekuatan yang lebih terorganisir, berdaya, dan berdampak luas. (***)

Komentar