Kongres VII IKA Unand Digelar 29 November, Mahyeldi Dorong Alumni Bersatu

Parlemen261 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Setelah melewati rangkaian rapat panjang yang melibatkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Rektor Universitas Andalas (Unand), dewan pembina, serta empat mantan rektor, akhirnya ditetapkan bahwa Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) akan digelar pada 29 November mendatang.

Penetapan jadwal ini menjadi momentum penting penyatuan para alumni setelah sempat terjadi perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan kongres. Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh alumni Unand untuk kembali bersatu dan bersama-sama menyukseskan hajatan besar tersebut.

“Alhamdulillah, kita bersama-sama menyepakati Kongres VII IKA Unand tanggal 29 November. Ayo kita dukung kesuksesan kongres ini,” ujar Mahyeldi dalam pertemuan yang dihadiri dewan pembina, pemilik suara, DPP, panitia SC dan OC, serta perwakilan kampus.

Mahyeldi menegaskan, perbedaan yang sempat muncul jangan sampai mencederai semangat kebersamaan alumni dan nama baik Unand sebagai salah satu universitas kebanggaan Sumatera Barat. Ia menilai, tujuan semua pihak pada dasarnya sama, yakni memajukan almamater dan berkontribusi bagi bangsa.

“Tidak ada satu pun di antara kita yang tidak punya niat baik. Tujuannya sama , untuk kejayaan bangsa dan untuk Unand yang lebih baik. Jadi jangan sampai perbedaan kecil menghilangkan semangat besar kita untuk bersatu,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan sebuah lembaga tidak akan tercapai tanpa harmoni dan kolaborasi. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menurunkan ego sektoral dan mencari titik temu demi terciptanya kongres yang sah, bermartabat, dan menjadi simbol persatuan alumni.

“Kalau kita gaduh dan saling menyalahkan, tidak akan ada keberhasilan. Tapi kalau kita bersatu, semua potensi bisa menjadi kekuatan besar,” ujarnya dengan nada optimistis.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unand, Efa Yonnedi, serta para pembina seperti Prof Fasli Jalal dan Prof Delfitri yang telah berperan aktif mempertemukan dua pihak yang sebelumnya berbeda pandangan. Ia menyebut, kesepakatan ini menjadi sinyal positif menuju konsolidasi alumni yang lebih solid.

“Ini hasil kerja bersama. Kita sudah termasuk dalam 10 besar universitas terbaik di Indonesia. Ke depan, kita ingin Unand lebih berperan, lebih baik, dan alumninya lebih kompak,” kata Mahyeldi.

Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyambut baik langkah rekonsiliasi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh civitas akademika memiliki kepentingan yang sama: menjaga reputasi dan nama baik Unand di tingkat nasional maupun internasional.

“Tidak ada manfaatnya jika kita terus berkonflik. Energi dan waktu akan habis untuk hal yang tidak produktif. Saatnya kita mencari format kongres bersama: satu IKA, satu kongres, satu tujuan,” tutur Efa.

Ia menambahkan, kedua pihak kini telah menunjukkan sikap terbuka dan siap menyesuaikan jadwal serta kepanitiaan bersama. Langkah ini dinilai sebagai tonggak baru dalam upaya membangun IKA Unand yang kredibel dan berwibawa.

Ketua Dewan Pembina, Prof Delfitri, menilai pertemuan tersebut sebagai kemajuan penting yang membuka jalan bagi penyatuan alumni. Sementara itu, Prof Fasli Jalal memandang kesepakatan ini sebagai wujud kedewasaan intelektual para alumni Unand.

“Kalau dua pihak ini bisa duduk bersama dan melangkah ke depan, itu sudah lompatan besar. Yang penting, jangan lagi melihat ke belakang, tapi fokus ke depan untuk nama baik Unand,” ujar Fasli. (rn/*/pzv)

Komentar