Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Kontingen karate Kabupaten Solok mencatat sejarah baru dengan finis sebagai runner-up pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026. Tuan rumah mengoleksi empat medali emas, empat perak, dan delapan perunggu dalam pertandingan yang berlangsung pada 10–13 Oktober 2026 di Stadion Tuanku Tabiang, GOR Batu Batupang, Kabupaten Solok.
Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi karate Kabupaten Solok. Untuk pertama kalinya sejak era Porda hingga Porprov sebelumnya, cabang olahraga ini berhasil menembus tiga besar klasemen akhir tingkat provinsi.
Empat medali emas diraih Evin pada nomor kumite senior putra kelas -60 kilogram, Farhan pada kumite senior putra kelas -67 kilogram, Yelfifa pada kumite senior putri kelas +61 kilogram, serta tim kumite beregu putra.
Empat medali perak disumbangkan Friska pada kumite senior putri kelas -61 kilogram, Egit pada kumite senior putra kelas -75 kilogram, Evan Fadila pada kumite junior putra kelas -55 kilogram, serta tim kumite beregu putri.
Sementara itu, delapan medali perunggu diraih Thoriq, Fatarani, Keysha, tim kata beregu putra, Zalfin Al Amin, Alvaro, Felisha, dan Balqis dari sejumlah nomor kata dan kumite.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Solok sekaligus manajer kontingen, Hafni Hafiz, A.Md., menyebut hasil tersebut sebagai momentum penting bagi perkembangan karate di daerahnya.
“Alhamdulillah, ini menjadi sejarah bagi karate Kabupaten Solok. Terima kasih kepada para atlet yang sudah berjuang, para pelatih dan ofisial yang mendampingi, serta Pemerintah Kabupaten Solok yang memberikan dukungan penuh,” ujarnya.
Kontingen karate Kabupaten Solok didampingi ofisial Mardaus M., S.Ag., M.AP., bersama lima pelatih, yakni Zelly Heriyanto, S.H., Ilham Perdana Putra, S.Si., Andri, S.Pd., Agung Relil Pratama, S.Pd., dan Febi Rahmatul Laila, S.H.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok, Doni Zulkifli, turut menyaksikan partai puncak pada Selasa (13/10/2026). Ia mengapresiasi perjuangan atlet serta kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan karate.
Menurut Doni, hasil tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, mulai dari atlet usia dini hingga tingkat senior.
“Prestasi ini jangan berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Kita berharap menjadi awal untuk membangun pembinaan yang lebih baik, sehingga atlet Kabupaten Solok semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya,” ujarnya.
Pencapaian tersebut diraih ketika Kabupaten Solok masih berada dalam masa tanggap darurat galodo Arosuka yang ditetapkan pada 22 September hingga 12 Oktober 2026. Dalam situasi itu, penyelenggaraan pertandingan membutuhkan koordinasi dan kerja ekstra dari berbagai pihak.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Solok, Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta panitia lokal turut menjadi bagian dari penyelenggaraan pertandingan. Koordinasi KONI Provinsi Sumatera Barat, KONI Kabupaten Solok, dan FORKI Provinsi Sumatera Barat juga mendukung pelaksanaan kompetisi.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi karate Kabupaten Solok dalam perjalanan pembinaan olahraga daerah. Posisi runner-up sekaligus menandai keberhasilan kontingen menembus tiga besar setelah perjuangan atlet, pendampingan pelatih, dan dukungan berbagai pihak. (E_J)













Komentar