Inpres Jalan Daerah Solok Rampung, Akses Alahan Panjang Membaik

Nasional26 Dilihat

Kabupaten Solok,  RANAHNEWS.com — Akses penghubung Taratak Gundi–Alahan Panjang, Kabupaten Solok, kini semakin representatif seiring rampungnya pembangunan Inpres Jalan Daerah (IJD). Infrastruktur tersebut resmi dimanfaatkan masyarakat dan menjadi penanda penguatan konektivitas wilayah penyangga aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Peresmian dilakukan Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, pada Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperjuangkan pemerataan infrastruktur daerah.

Zigo Rolanda menjelaskan, realisasi IJD Taratak Gundi–Alahan Panjang tidak terlepas dari pengawalan DPR RI, khususnya Komisi V, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan melalui Kementerian PUPR.

“Program Inpres Jalan Daerah ini dibahas bersama Kementerian PUPR dan DPR RI, khususnya Komisi V sebagai komisi teknis. Untuk Kabupaten Solok, alokasi anggaran yang kita perjuangkan cukup besar,” ujarnya.

Ia memaparkan, pada tahap awal Kabupaten Solok memperoleh anggaran sebesar Rp8 miliar. Pada tahap kedua, alokasi meningkat menjadi Rp12 miliar dengan nilai kontrak terealisasi sekitar Rp11 miliar.

“Alhamdulillah, seluruh pekerjaan Inpres jalan ini sudah selesai dan manfaatnya sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Zigo.

Selain sektor jalan, ia menyebut Kabupaten Solok juga memperoleh program Inpres Irigasi yang tersebar di tujuh lokasi. Seluruh pekerjaan irigasi tersebut dilaporkan berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.

“Untuk Inpres irigasi, Alhamdulillah tidak ada keterlambatan. Semua berjalan tepat waktu,” ucapnya.

Zigo menilai, kelancaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Solok turut didukung oleh partisipasi dan dukungan masyarakat.

“Saya yakin dan percaya, masyarakat Kabupaten Solok selalu mendukung pembangunan. Itu yang membuat seluruh pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah proyek strategis lain yang sedang dan akan dilaksanakan. Salah satunya pembangunan Jalan Air Dingin dengan nilai kontrak sekitar Rp220 miliar.

“Pemenang tender sudah ditetapkan pada 16 Desember lalu. Saat ini peralatan sudah mulai dimobilisasi dan pekerjaan direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran,” jelas Zigo.

Selain itu, terdapat pembangunan dua jembatan dengan total anggaran sekitar Rp293 miliar, yakni Jembatan Pisau Hilang di Surian yang telah rampung serta Jembatan Air Dingin yang sempat mengalami keterlambatan.

Perhatian juga diberikan pada peningkatan penerangan jalan nasional, terutama di kawasan pinggir danau yang menjadi destinasi unggulan Sumatera Barat.

“Danau Kembar dan Alahan Panjang adalah primadona wisata Sumbar. Akses jalan dan penerangannya harus representatif agar kawasan ini semakin dikenal dan nyaman dikunjungi,” ujarnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menegaskan bahwa program Inpres tersebut telah melalui proses pembahasan lintas kementerian.

“Program ini dibahas di Kementerian Keuangan, kemudian dimatangkan dan difinalisasi di DPR RI,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, H. Chandra, menyampaikan apresiasi atas peran Zigo Rolanda dalam mengawal pembangunan infrastruktur di Kabupaten Solok.

“Kami berterima kasih kepada Pak Zigo Rolanda dan jajaran Balai Jalan. Pada tahun 2025, Kabupaten Solok mendapatkan dua program Inpres Jalan Daerah dengan total anggaran sekitar Rp22 miliar,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur yang terus dikawal tersebut dapat memperkuat konektivitas wilayah, mendorong sektor pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok. (rn/*/pzv)

Komentar