IKAPPABASKO Doakan Pemulihan Padang Panjang dan Tanah Datar

Ragam100 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Kepedulian perantau terhadap kampung halaman kembali mengemuka melalui Tabligh Akbar dan Doa Bersama yang digelar Ikatan Keluarga Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto (IKAPPABASKO) Jabodetabek di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, ibadah, sekaligus solidaritas bagi daerah yang terdampak musibah bencana.

Tabligh akbar tersebut dihadiri langsung Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Tausiah disampaikan oleh Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. Kehadiran para kepala daerah itu disambut jajaran pengurus serta perantau Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto yang tergabung dalam IKAPPABASKO.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum mendoakan masyarakat di kampung halaman yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Padang Panjang, Batipuh, X Koto, serta Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.

Ketua IKAPPABASKO Jabodetabek, Chairul Alfi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah serta dukungan moril yang terus terjalin antara perantau dan daerah asal.

“Terima kasih kepada Bupati Tanah Datar dan Wali Kota Padang Panjang yang telah berkenan hadir. Kami mendoakan semoga Tanah Datar dan Padang Panjang segera pulih pascabencana galodo,” ujar Chairul Alfi.

Ia menjelaskan, sebagai bentuk empati dan kepedulian, IKAPPABASKO yang berdiri sejak 1962 telah menggalang bantuan bagi korban bencana di Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Bantuan yang terkumpul mencapai sekitar Rp170 juta dan telah disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada para perantau, khususnya keluarga besar IKAPPABASKO, atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warga di kampung halaman.

“Kami sangat berterima kasih atas empati dan dukungan para perantau. Ini menjadi kekuatan moral bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi musibah,” ujar Eka Putra.

Ia juga memaparkan langkah-langkah penanganan bencana yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan, termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan dibangun sabo dam di wilayah X Koto dan Malalo. Kita berdoa agar apa yang telah diusulkan dan dijanjikan pemerintah pusat dapat segera terealisasi,” katanya.

Eka Putra turut menyampaikan bahwa masih terdapat satu titik dengan debit air tinggi yang berdampak pada badan jalan, yakni di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan direncanakan penanganan melalui pembangunan jembatan armco.

Kegiatan tabligh akbar tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh, dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. (rn/*/mat)

Komentar