Fokus Konektivitas, Dharmasraya Ajukan Rp157 Miliar Program

News36 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Usulan program pembangunan senilai sekitar Rp157,3 miliar diajukan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Barat tahun 2027, yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Rabu (8/4/2026), dengan fokus pada penguatan infrastruktur, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Forum perencanaan tersebut menjadi ajang sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan arah pembangunan berjalan terintegrasi dan tepat sasaran.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani hadir langsung dalam kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, serta diikuti unsur Forkopimda, kepala daerah, pimpinan OPD, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya, Pemkab Dharmasraya menyampaikan usulan yang mencakup peningkatan dan rehabilitasi jalan provinsi dan kabupaten guna memperkuat konektivitas serta distribusi barang dan jasa.

Selain itu, revitalisasi pasar tradisional dan kawasan UMKM diusulkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, seiring penguatan sektor industri melalui pembangunan pabrik kelapa sawit dan biofuel, pabrik pakan ternak, serta gudang bongkar muat.

Pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan juga menjadi prioritas, termasuk dukungan terhadap kawasan swasembada pangan, air, dan energi untuk memperkuat ketahanan dan kesejahteraan masyarakat berbasis nagari.

Usulan lainnya meliputi peningkatan jalan nasional, pembangunan trotoar di pusat pemerintahan, serta dukungan konektivitas melalui feeder tol guna memperlancar mobilitas antarwilayah.

“Melalui Musrenbang ini, kita berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi semakin kuat, sehingga program pembangunan yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Annisa.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menegaskan pentingnya keselarasan program pembangunan antartingkatan pemerintahan.

“Keselarasan program antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan perencanaan yang terintegrasi, kita dapat mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan,” katanya. (akn)

Komentar