FKP RKPD 2026: Pemkab Solok Mantapkan Langkah Transformasi dan Penguatan Sektor Unggulan

News151 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Pemerintah Kabupaten Solok menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bukik Cambai, Bapelitbang Kabupaten Solok, Rabu (12/2/2025). Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih terfokus, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, Asisten III Editiawarman, Kepala BPS Mukhlis, para Kepala OPD, camat, Kacabdin Pendidikan Wilayah III Riko Fernanda, Ketua Forum Anak, Ketua Forwana Kabupaten Solok Zofra Wandi, serta stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Medison menyampaikan bahwa penyusunan RKPD 2026 perlu dilakukan secara rinci dan terstruktur agar sejalan dengan arah kebijakan nasional dan kondisi fiskal daerah.

“RKPD ini harus kita rancang secara cermat karena Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus tahun depan akan berkurang sekitar Rp77 miliar. Pemotongan ini akan berdampak pada pos-pos seperti perjalanan dinas, konsumsi rapat, BBM, lembur, dan ATK. Tapi pelayanan publik tetap kita jaga, tidak boleh terkena pemangkasan,” ujar Medison.

Ia juga menegaskan bahwa arah pembangunan akan memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan UMKM.

“Kita terapkan prinsip money follow program. Anggaran hanya untuk program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat. Tidak boleh lagi ada pemborosan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbang Desmalia Ramadanur menjelaskan bahwa RKPD 2026 diarahkan untuk mempercepat transformasi daerah dengan memperkuat fondasi pembangunan.

“Tema pembangunan tahun depan adalah ‘Perkuatan Fondasi Transformasi melalui Pengembangan Sektor Unggulan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat yang Inklusif dan Berkelanjutan’,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, di antaranya angka kemiskinan yang mencapai 7,31% (di atas target 6,81%), tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,91% (melampaui target 4,32%), serta pertumbuhan ekonomi yang baru menyentuh angka 4,36%.

“Indeks Pembangunan Manusia kita memang naik menjadi 72,29 dari target 71,00, tapi kita tetap perlu kerja ekstra agar indikator lain ikut membaik,” ungkap Desmalia.

Ia menambahkan bahwa sektor unggulan akan diperkuat melalui pertanian berbasis teknologi, ekowisata, serta pemberdayaan UMKM.

“Kita ingin pertanian bukan hanya produksi, tapi juga sampai ke hilirnya. UMKM juga harus naik kelas, agar ekonomi lokal semakin kuat,” tuturnya.

Forum diakhiri dengan diskusi mendalam terkait usulan program prioritas yang akan dituangkan dalam RKPD 2026, yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapelitbang.

Dengan strategi yang terarah dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis RKPD 2026 akan menjadi tonggak bagi pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. (rn/*/pzv)

Komentar