Fadly Amran Dorong Kolaborasi Majukan Kota Tua Padang

Pariwisata322 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Revitalisasi kawasan Kota Tua Padang kini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Padang, tidak hanya untuk pelestarian warisan sejarah, tetapi juga sebagai pijakan menuju pengakuan dunia. Langkah ini diarahkan untuk mengangkat Kota Padang sebagai anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO dalam bidang gastronomi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kolaborasi Pentahelix yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (3/7/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan dihadiri berbagai unsur penting seperti Guru Besar Departemen Arsitektur dan Perencanaan UGM, Prof. Wiendu Nuryanti, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Luhur Budianda, serta Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang.

Menurut Fadly Amran, revitalisasi Kota Tua tidak semata memugar bangunan lama, melainkan menghidupkan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang aktif dan inklusif. “Revitalisasi ini bukan sekadar pelestarian bangunan tua, tetapi menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sebagai ruang yang aktif untuk masyarakat hidup, bekerja, bermain, dan belajar dengan nuansa historis. Sekaligus langkah ini adalah bagian dari Progul Jelajah Padang,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya membentuk lembaga pengelola yang khusus, meniru kesuksesan Kota Semarang dengan Badan Pengelola Situs Kota Lama (BPSKL). “Kami ingin pengelolaan kawasan heritage dilakukan secara profesional dan berlandaskan regulasi kuat,” ujar Fadly.

Tak hanya pemerintah, kolaborasi seluruh elemen Pentahelix juga menjadi penentu sukses program ini. “Kami mengajak semua pihak, mulai dari pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media untuk bergerak bersama. Ini momentum besar membentuk wajah baru Kota Padang yang lebih kreatif dan mendunia,” imbuhnya.

Dukungan datang dari Prof. Wiendu Nuryanti yang menilai Padang memiliki modal kuat untuk tumbuh sebagai kota kreatif berbasis gastronomi. “Identitas dan citra kota harus dibangun ulang melalui rebranding yang kuat, serta pengelolaan lintas sektor yang profesional dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan Kota Tua sebagai simpul sejarah dan pusat ekonomi baru. “Butuh sinergi dan kolaborasi dalam mendukung Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar