Padang, RANAHNEWS.com — Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong Festival Tari Anak Kota Padang dikembangkan menjadi ajang berskala nasional pada 2027 dengan dukungan Pemerintah Kota Padang sebagai sponsor utama. Festival tersebut dinilai menjadi wadah pengembangan bakat sekaligus pelestarian seni dan budaya Minangkabau sejak usia dini.
Dorongan itu disampaikan Fadly Amran saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 yang digelar Sanggar Tari Mutiara Minang di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026).
Fadly mengatakan, festival tersebut sejalan dengan program Padang Balomba yang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Program itu mendorong anak-anak berprestasi tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga olahraga, seni, budaya, dan agama.
“Festival ini sejalan dengan semangat Padang Juara, yakni mendorong anak-anak tidak hanya berprestasi di bidang pendidikan, tetapi juga olahraga, seni, budaya, dan agama. Kami mengapresiasi konsistensi Pak Wahyu Hidayat dalam menyelenggarakan festival ini melalui dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD-nya,” ujar Fadly.
Ia berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat berlangsung lebih besar dengan dukungan pemerintah kota.
“Mudah-mudahan tahun depan festival ini ditingkatkan menjadi berskala nasional dengan dukungan Pemko Padang sebagai sponsor utama. Kita targetkan penyelenggaraannya tiga kali lebih besar dari yang sekarang,” katanya.
Menurut Fadly, kekayaan budaya Minangkabau merupakan modal penting untuk mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, siap memperkuat dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya, terutama yang melibatkan anak-anak. Selain mengembangkan bakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun karakter, kepercayaan diri, kreativitas, dan jati diri budaya generasi muda.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa festival berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya Minang Sejak Dini”.
Kegiatan tersebut melibatkan enam sanggar seni di Kota Padang dengan total 300 penari dan seniman musik. Selain pertunjukan tari, festival juga dimeriahkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak.
“Selain pertunjukan tari, festival juga dimeriahkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak. Panitia turut memfasilitasi 10 pelaku usaha kuliner secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027,” kata Wahyu.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata juga menyerahkan bantuan peralatan kepada delapan pelaku ekonomi kreatif dari lima kecamatan yang terdampak banjir bandang November 2025. Bantuan tersebut ditujukan khususnya bagi pelaku usaha pada subsektor kriya dan musik.
Penutupan festival dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Wahyu Hidayat, serta perwakilan enam sanggar seni di Kota Padang. (rn/*/pzv)













Komentar