Padang Pariaman, RANAHNEWS – Pemuda dianggap sebagai fondasi masa depan daerah. Karena itu, Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Endarmy, mendorong generasi muda agar menjauhi perilaku negatif dan lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan nagari. Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kepemudaan di Nagari Kayu Tanam, Padang Pariaman, Senin (25/8/2025), menjadi momentum baginya untuk mengingatkan pentingnya peran pemuda.
Endarmy menegaskan, perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain hanya akan berakhir pada masalah hukum. Sebaliknya, pemuda harus diarahkan untuk mengisi ruang-ruang positif yang mampu memperkuat nagari.
“Jika ada kebutuhan untuk menunjang kegiatan seperti olahraga, kesenian, hingga pengembangan UMKM, silakan hubungi pemerintahan nagari. Kita siap mengakomodir,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan kunci agar pemuda mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Karena itu, Perda Kepemudaan hadir untuk memastikan hak, kewajiban, dan peran pemuda terlindungi, sekaligus membuka ruang partisipasi mereka dalam pembangunan.
“Perda Kepemudaan ini hadir sebagai payung hukum untuk memastikan generasi muda mendapatkan kesempatan yang adil dalam pendidikan, olahraga, seni, budaya, hingga usaha ekonomi kreatif. Pemerintah daerah wajib mendukung agar pemuda bisa tumbuh menjadi generasi tangguh, berkarakter, dan mandiri,” jelasnya.
Selain mengatur jaminan pemerintah, perda tersebut juga menekankan pembinaan kepemimpinan, kewirausahaan, keterampilan, serta penguatan karakter kebangsaan. Endarmy berharap generasi muda Padang Pariaman tidak hanya memahami isi regulasi, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan serupa disampaikan Rizki (22), seorang mahasiswa peserta sosialisasi. Ia mengaku kegiatan ini membuka wawasan dan memberi motivasi untuk lebih berperan aktif membangun nagari.
“Kami merasa lebih diperhatikan. Dengan adanya Perda Kepemudaan ini, kami jadi tahu hak-hak pemuda dan peluang untuk berkontribusi. Harapannya, program nyata seperti pelatihan kepemimpinan dan pengembangan UMKM bisa semakin sering dilaksanakan,” ungkapnya. (rn/*/pzv)

















Komentar