Padang, RANAHNEWS – Siang itu, suasana di rumah sederhana Aipda Dian di Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, tampak berbeda. Puluhan anak yatim bersama orang tua mereka berdatangan, wajah-wajah polos penuh harap menyambut ajakan yang tak biasa dari seorang polisi.
Bukan karena ada razia atau pengamanan, melainkan karena panggilan hati. Aipda Dian, anggota Polsek Lubuk Begalung, secara pribadi mengundang mereka untuk menerima santunan—paket sembako dan uang tunai yang ia kumpulkan dari sebagian rezekinya sendiri.
“Ini bentuk kepedulian saya terhadap anak-anak yatim di sekitar tempat tinggal. Saya ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ucapnya dengan nada rendah hati.
Bagi Aipda Dian, Jumat bukan sekadar hari penghujung pekan, melainkan momen yang tepat untuk berbagi. Kegiatan ini bukan kali pertama ia lakukan. Kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu sudah menjadi bagian dari hidupnya, hingga ia dikenal luas sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kota Padang.
Di tengah kesibukannya sebagai penegak hukum, Aipda Dian tidak lupa menyisihkan waktu dan pendapatannya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ia percaya, keberadaan seorang polisi seharusnya membawa rasa aman, juga harapan bagi masyarakat.
Nofi, seorang ibu dari empat anak, tak mampu menyembunyikan rasa haru. “Bantuan ini sangat berarti. Bisa membantu kami mencukupi kebutuhan sehari-hari anak-anak,” tuturnya.
Bukan besar kecil nilai bantuan yang menjadi sorotan, melainkan ketulusan niat dan kehangatan empati yang menyertainya. Di tengah riuh kota dan kerasnya hidup, Aipda Dian menyalakan secercah cahaya—bahwa di balik seragam, ada hati yang peduli dan tangan yang siap menggenggam mereka yang rapuh. (rn/*/pzv)

















Komentar