Bupati Solok Turun Gunung, Tanggapi Langsung Krisis Air Bersih yang Dikeluhkan Warga

News333 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Keluhan warga Alahan Panjang soal air PDAM yang keruh dan berbau akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Solok. Tanpa menunggu lama, Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung ke lokasi sumber keluhan, Senin (14/4/2025).

Bersama Anggota DPRD Kabupaten Solok Hafni Hafiz, serta didampingi Direktur PDAM Febri Fauza dan tim teknis, Bupati meninjau langsung sistem distribusi air bersih PDAM Alahan Panjang. Aksi cepat ini menjadi bagian dari komitmen program 100 hari kerja pemerintahan Bupati Jon untuk membenahi pelayanan publik dari hulu ke hilir.

“Ini bukan keluhan biasa, ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kalau air tidak bersih, kualitas hidup mereka ikut terganggu. Makanya, kita datang langsung, lihat langsung, dan cari solusi secepatnya,” ujar Jon Firman Pandu di lokasi.

Bupati menegaskan bahwa pihak PDAM harus segera melakukan pembenahan. Ia meminta agar dilakukan pemetaan terhadap kawasan rawan pencemaran dan segera mengidentifikasi pihak-pihak yang mungkin berkontribusi terhadap menurunnya kualitas air.

Keluhan warga sebelumnya ramai dibagikan melalui media sosial. Air yang keluar dari keran PDAM berwarna kecoklatan dan berbau amis, membuat banyak warga cemas dan kecewa. Kondisi ini bukan baru sekali terjadi, melainkan berulang setiap musim libur panjang.

Direktur PDAM, Febri Fauza, menyampaikan bahwa fenomena ini biasanya terjadi usai meningkatnya aktivitas wisata di sekitar Danau Di Ateh, sumber utama air PDAM Alahan Panjang. Limbah rumah tangga dan aktivitas penginapan yang tak terkendali menjadi salah satu penyebab utama pencemaran.

“Bukan hanya PDAM yang terdampak, kelompok masyarakat seperti Pamsimas pun mengalami hal yang sama. Tapi kami sudah mulai melakukan pembenahan hari ini. Kami berkomitmen air bersih kembali mengalir seperti sedia kala,” kata Febri.

Sebagai catatan, Danau Di Ateh merupakan destinasi wisata unggulan Kabupaten Solok yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan. Sayangnya, lonjakan kunjungan yang tidak diiringi pengelolaan limbah yang baik, justru berimbas pada menurunnya kualitas lingkungan sekitar danau. (E_J)

Komentar