Asnur: World Clean-Up Day Bukan Rutinitas, Tapi Gerakan Moral Jaga Lingkungan

Ragam395 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Semangat gotong royong kembali menjadi ruh gerakan lingkungan di Kabupaten Solok. Peringatan World Clean-Up Day (WCD) 2025 di Kecamatan Danau Kembar pada Sabtu (20/9/2025) tidak hanya menghadirkan aksi bersih-bersih sampah, tetapi juga meneguhkan tekad kolektif masyarakat untuk mewariskan lingkungan sehat bagi generasi mendatang.

Ratusan warga turun langsung bersama Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asnur, Kasat Pol PP Damkar Elafki, Kalaksa BPBD Irwan Effendi, Camat Danau Kembar Mawardi, serta unsur pemerintah daerah lainnya. Kebersamaan itu mencerminkan bahwa gerakan peduli lingkungan lahir dari sinergi berbagai elemen, bukan sekadar simbolik.

Asnur menegaskan bahwa WCD harus dilihat sebagai gerakan moral, bukan rutinitas tahunan.
“Kegiatan WCD ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi menanamkan nilai gotong royong masyarakat dan meningkatkan kesadaran kolektif menuju Kabupaten Solok yang bersih. Sejalan dengan program Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra dalam RPJMD 2025–2029, kita menargetkan 100% sampah terkelola pada 2029. Lebih jauh, kita ingin mendorong tercapainya Sustainable Development Goals. Kami di DLH siap membantu dengan ikhlas dan tulus,” ungkapnya.

Apresiasi serupa datang dari Ny. Nia Jon Firman Pandu yang menekankan posisi WCD sebagai gerakan global yang telah diakui PBB dan diikuti jutaan relawan.
“Sejak 2018, Indonesia menjadi negara dengan relawan terbanyak di dunia, dan kita harus menjaga prestasi ini. Kegiatan ini adalah simbol kepedulian, gotong royong, sekaligus ikhtiar menuju Kabupaten Solok bersih dan berdaya saing. Mari ubah paradigma lama pengelolaan sampah dari sekadar kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-angkut-pilah-buang. Mulailah memilah sampah dari rumah, karena sampah yang dipilah bisa bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban TPA,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi lingkungan harus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dari tingkat kabupaten hingga jorong.
“Ayo bersama kita wujudkan Kabupaten Solok bersih. Melalui aksi sederhana ini kita buktikan kepedulian, kita tumbuhkan semangat kolaborasi, dan kita jaga bumi untuk anak cucu. Jangan berhenti di hari ini, mari terus bergotong royong agar cita-cita Indonesia Bersih 2029 bisa terwujud,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, KONI, BPBD, hingga partisipasi aktif masyarakat, peringatan WCD di Danau Kembar membuktikan bahwa Kabupaten Solok tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar bergerak untuk mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan. (E-J)

Komentar