Padang Panjang, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kota Padang Panjang terus mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan program-program pelayanan publik yang inklusif, humanis, dan berdampak langsung bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang konsisten dijalankan adalah penyediaan wadah pemberdayaan warga senior melalui pelaksanaan Program Sekolah Lansia Angkatan Kedua.
Keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Padang Panjang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial warga di usia senja.
Melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA), Program Sekolah Lansia ini dirancang secara khusus untuk merangkul para lansia. Tujuan utamanya adalah mendorong warga senior agar tetap berada dalam kondisi sehat, aktif, mandiri, serta terus memiliki peran berharga di dalam keluarga dan masyarakat.
Sebanyak 80 peserta lanjut usia dengan penuh antusias mengikuti pembukaan Program Sekolah Lansia Angkatan Kedua yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026. Kehadiran para peserta yang bersemangat ini memperlihatkan betapa tingginya kebutuhan masyarakat akan program edukasi dan pemberdayaan yang ramah bagi warga lanjut usia.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, meresmikan secara langsung pembukaan program inovatif ini. Kehadiran pimpinan daerah secara langsung dalam agenda ini mempertegas bahwa keberadaan warga lanjut usia menduduki posisi penting dalam kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial di Kota Padang Panjang.
Dalam pelaksanaannya, Program Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat penyampaian materi secara kaku, melainkan didesain sebagai ruang interaksi sosial yang menyenangkan. Program ini memfasilitasi para warga senior untuk saling bersilaturahmi, berbagi pengalaman hidup, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan yang positif.
Pemerintah Kota Padang Panjang memahami betul bahwa proses penuaan merupakan kepastian biologis, namun menjadi lansia yang sehat dan bahagia memerlukan dukungan sistemik dari pemerintah. Melalui program ini, pemerintah kota hadir memberikan ruang aktualisasi diri agar para lansia merasa dihargai dan tetap memiliki kepercayaan diri tinggi.
Wali Kota Hendri Arnis dalam arahannya menyampaikan bahwa pertambahan usia bukanlah alasan bagi seseorang untuk berhenti belajar dan berkarya. Menurutnya, pengalaman dan kearifan para lansia merupakan potensi besar yang harus terus didukung melalui program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Program Sekolah Lansia ini merupakan instrumen penting untuk memastikan para warga senior di Padang Panjang tidak merasa terisolasi. Pemerintah ingin memastikan mereka tetap bugar secara fisik, tangguh secara mental, serta terus dapat berkontribusi memberikan keteladanan bagi lingkungan sekitarnya.
Pemko Padang Panjang menekankan bahwa pendekatan dalam program ini dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Intervensi pemerintah tidak hanya terbatas pada sektor pelayanan medis semata, tetapi juga melingkupi dimensi edukasi pola hidup sehat, kesehatan mental, hingga penguatan interaksi sosial masyarakat.
Dukungan terhadap keberhasilan program ini juga datang secara aktif dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang Panjang. Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, hadir secara langsung untuk memberikan materi dan motivasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Ny. Maria Feronika Hendri menegaskan bahwa Program Sekolah Lansia berjalan sangat selaras dengan agenda besar TP-PKK dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Lansia diposisikan sebagai figur kunci di dalam keluarga yang memegang kearifan serta nilai-nilai moral penting untuk ditularkan kepada generasi muda.
Menurut Ketua TP-PKK, para lansia memiliki akumulasi pengalaman hidup yang sangat bernilai bagi pembangunan karakter masyarakat Padang Panjang. Oleh karena itu, program edukasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga agar para lansia tetap berdaya dan menempati posisi terhormat dalam lingkungan sosialnya.
Keterlibatan aktif TP-PKK dalam mendukung program ini menjadi cermin kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan dalam program ini dapat dikemas secara ramah, hangat, dan mudah diterima oleh seluruh peserta.
Selama menjalankan kegiatan dalam program ini, sebanyak 80 peserta lansia akan dibekali dengan berbagai materi pembelajaran yang komprehensif. Kurikulum program mencakup pemeliharaan kesehatan fisik, pengelolaan stres di usia lanjut, penerapan pola hidup bersih, hingga simulasi aktivitas mandiri yang aman.

Selain fokus pada kesehatan, program ini juga menekankan pentingnya menjaga kemandirian dan keaktifan sosial di usia tua. Para peserta diajak untuk memahami cara menjaga kebugaran tubuh melalui latihan fisik ringan yang disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing lansia.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, menyampaikan optimismenya terhadap dampak jangka panjang dari pelaksanaan program ini. Ia menilai tingginya partisipasi peserta menjadi indikator bahwa program ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung dampaknya oleh warga senior Padang Panjang.
Winarno berharap agar pengetahuan yang didapatkan selama mengikuti program ini dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, seluruh ilmu yang diserap mampu membentuk pola pikir positif bahwa masa tua dapat dijalani dengan penuh kepasrahan yang produktif, kebahagiaan, dan rasa mandiri.

Melalui efektivitas pelaksanaan program ini, Pemko Padang Panjang bertekad untuk mencetak lansia yang tangguh dan tidak tergantung pada orang lain secara berlebihan. Lansia yang sehat dan bahagia secara otomatis akan menjadi benteng ketahanan keluarga serta menciptakan suasana keharmonisan di tengah masyarakat.
Pembukaan angkatan kedua program ini turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta camat dan lurah se-Kota Padang Panjang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam menyukseskan program-program sosial di daerah.
Dukungan penuh dari jajaran birokrasi ini memancarkan pesan bahwa penanganan dan pelayanan terhadap warga lansia merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kota terus mendorong agar setiap kebijakan publik yang lahir senantiasa mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang ramah lansia.
Antusiasme dan senyum kebahagiaan tampak terpancar jelas dari wajah para peserta saat mengikuti prosesi pembukaan program tersebut. Suasana penuh kekeluargaan yang tercipta menjadi bukti betapa berartinya ruang perhatian dan edukasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang bagi mereka.
Berbagai apresiasi pun mengalir dari warga atas konsistensi Pemko Padang Panjang dalam menjalankan program kemasyarakatan yang humanis ini. Program Sekolah Lansia dianggap sebagai sebuah inovasi pelayanan publik yang tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi menyentuh langsung hati dan kebutuhan warga.

Pemerintah Kota Padang Panjang berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program ini di masa-masa mendatang. Harapannya, Program Sekolah Lansia dapat terus digulirkan secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Padang Panjang yang sehat, sejahtera, maju, dan bermartabat. (adv)











Komentar