UMKM Padang Didorong Naik Kelas Lewat SCF 2026

Ekonomi16 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026 mencatat nilai transaksi Rp2,002 miliar hingga hari kedua pelaksanaan. Festival yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat tersebut dinilai membuka ruang promosi dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi penyelenggaraan SCF 2026 karena mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing melalui digitalisasi, perluasan pasar, akses pembiayaan, dan peningkatan kualitas produk.

Hal itu disampaikan Maigus saat menghadiri Closing Ceremony SCF 2026 di Grand Ballroom Pangeran Beach Hotel, Minggu (30/8/2026).

Menurut Maigus, penguatan ekonomi kreatif melalui SCF sejalan dengan salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni UMKM Naik Kelas.

“Melalui SCF, kita berharap UMKM Padang terus naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk. Terima kasih kepada BI Perwakilan Sumbar, ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujar Maigus.

Ia juga menyoroti tingginya transaksi UMKM selama festival. Maigus berharap capaian tersebut menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

“Saya tidak membayangkan acara yang luar biasa ini, UMKM ternyata juga bisa meraup transaksi hingga miliaran rupiah. Mudah-mudahan ini terus berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan SCF 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 dengan melibatkan 84 UMKM dan brand mitra.

“Hingga hari kedua, tercatat 2.576 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp2,002 miliar, terdiri atas penjualan offline Rp665 juta dan online Rp1,337 miliar,” ujar Mohamad Abdul Majid Ikram.

Selain pameran, BI juga memfasilitasi business matching ekspor yang mempertemukan 21 UMKM dengan buyer, aggregator, dan mitra usaha. Kegiatan tersebut memiliki potensi transaksi Rp490 juta.

Produk yang ditampilkan dalam SCF 2026 mencakup wastra, fashion, gastronomi, kopi, kerajinan, hingga produk berbasis green creative.

Festival tersebut juga menghadirkan forum terkait ekspor, digitalisasi dan QRIS, pemasaran, pembiayaan, ekonomi syariah, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap festival ini yang menjadi platform kolaborasi sekaligus membuka akses pasar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Sumatera Barat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga UMKM Sumatera Barat semakin mampu menembus pasar nasional dan internasional,” katanya.

Closing Ceremony SCF 2026 turut dihadiri Ketua BKOW Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, para istri unsur Forkopimda Kota Padang, serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Wahendra. (rn/*/pzv)

Komentar