Padang, RANAHNEWS.com — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang menjadikan Lomba Ekspos Gerakan PKK dan Koordinator Dasawisma Berprestasi 2026 sebagai sarana mengevaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mengukur dampaknya bagi keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita di Balai Kota Padang, Kamis (13/8/2026). Hadir Ketua Bidang 1 TP-PKK Sri Hayati, Kepala DP3AP2KB Boby Firman, serta Sekretaris TP-PKK Kota Padang Vanny Sri Rezki.
Dian mengatakan, kegiatan ekspos merupakan tahap awal rangkaian Lomba Gerakan PKK dan Dasawisma tahun ini. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah komunikasi dan pemaparan implementasi 10 Program Pokok PKK di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program-program PKK telah dilaksanakan secara nyata, terukur, berkesinambungan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga serta masyarakat,” ujar Dian.
Menurut Dian, penilaian tidak semestinya hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi atau kemampuan menyampaikan materi. Pelaksanaan di lapangan, inovasi kader, partisipasi masyarakat, serta dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga menjadi tolok ukur utama.
Ia menegaskan, Gerakan PKK harus terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, ketahanan lingkungan, hingga sektor ekonomi.
Peran kelompok Dasawisma juga dinilai penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Koordinator Dasawisma tidak hanya berperan dalam pendataan keluarga, tetapi juga menjadi penggerak gotong royong dan penyebarluasan informasi pembangunan.
Dian meminta peserta mengikuti perlombaan dengan percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran. Data serta fakta yang disampaikan harus sesuai kondisi riil di lapangan tanpa rekayasa demi mengejar gelar juara.
“Jangan sampai direkayasakan dan dimunculkan hanya saat lomba. Jika direkayasakan, justru Bapak dan Ibu sendiri yang nantinya akan kesulitan saat tim turun ke lapangan,” katanya.
Kepada tim penilai, Dian berpesan agar menjalankan tugas secara objektif, profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Penilaian yang kredibel diharapkan melahirkan kader dan koordinator Dasawisma terbaik untuk mewakili Kota Padang di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
“Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program-program PKK telah dilaksanakan secara nyata, terukur, berkesinambungan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga serta masyarakat,” ujarnya.
Dian juga mengingatkan Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan agar pembinaan tidak hanya dilakukan ketika perlombaan berlangsung. Setiap praktik baik dan inovasi yang ditemukan perlu didokumentasikan dan disebarluaskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program-program PKK telah dilaksanakan secara nyata, terukur, berkesinambungan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga serta masyarakat,” kata Dian.
Ia menambahkan, Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi merupakan bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan kerja kader.
“Oleh karena itu, Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja nyata mereka. Kita berharap lahir koordinator yang inspiratif, inovatif, tertib administrasi, komunikatif, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dian mengajak seluruh pihak menjadikan perlombaan sebagai momentum memperkuat pembinaan dan gotong royong di tingkat keluarga.
“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas kader, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat keluarga demi mewujudkan keluarga Kota Padang yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Kota Padang Vanny Sri Rezki mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 11 kelurahan yang merupakan perwakilan dari 11 kecamatan di Kota Padang. Penilaian dilaksanakan selama dua hari melalui sesi ekspos dan wawancara mendalam di berbagai bidang.
Vanny mengatakan, tahapan selanjutnya adalah penyaringan peserta hingga terpilih lima besar untuk mengikuti peninjauan lapangan.
“Setelah tahapan ekspos kelurahan ini, kami akan menyaring hingga terpilih lima besar untuk dilakukan peninjauan lapangan pada September mendatang. Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Padang di tingkat provinsi pada tahun depan,” ujar Vanny.
Ia berharap pembinaan PKK dapat berlangsung secara berkesinambungan dan tidak hanya dilakukan saat perlombaan. Praktik baik serta inovasi yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan dapat didokumentasikan dan diterapkan di seluruh wilayah Kota Padang. (rn/*/pzv)














Komentar