Laba Sejumlah BUMN Melonjak, PT Timah Tumbuh 804,7 Persen

Ekonomi9 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat pertumbuhan laba signifikan pada semester I 2026, dengan kenaikan tertinggi dibukukan PT Timah sebesar 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, pertumbuhan laba terjadi di berbagai sektor strategis BUMN, mulai dari perbankan, pertambangan, perkebunan, logistik, energi hingga industri manufaktur.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto menilai kinerja BUMN masih ditopang perusahaan-perusahaan unggulan yang selama ini menjadi motor penggerak pendapatan dan laba BUMN.

“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sejak lama menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misalnya Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan pertambangan, sektor telekomunikasi, serta Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8).

Toto menilai potensi pertumbuhan BUMN masih besar. Menurutnya, penataan dan konsolidasi perusahaan negara melalui Danantara dapat mendorong peningkatan efisiensi dan daya saing BUMN.

“Harapan saya proses streamlining BUMN dapat dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.

PT Timah mencatat laba bersih Rp2,71 triliun atau melonjak 804,7 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp300 miliar.

PT Pupuk Indonesia juga membukukan laba Rp8,51 triliun atau tumbuh 253 persen. PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar, sedangkan PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150 persen dengan laba Rp890 miliar.

Di sektor jasa keuangan dan logistik, PT Pegadaian membukukan laba Rp6,59 triliun atau naik 84,6 persen. PT Pelindo mencatat laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen.

PTPN IV PalmCo membukukan laba Rp3,23 triliun atau meningkat 54 persen. Sementara itu, BTN mencatat laba Rp2,40 triliun atau naik 40,8 persen.

Bank Mandiri juga mempertahankan tren positif dengan laba Rp30,41 triliun atau tumbuh 24,3 persen. PT Pertamina Geothermal Energy membukukan laba 79,61 juta dolar AS atau meningkat 15,5 persen.

Selain pertumbuhan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi juga berhasil membalikkan kinerja. PT Krakatau Steel bertransformasi dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar.

PT Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan hasil kebijakan reformasi dan konsolidasi BUMN yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo melalui Danantara. Peningkatan kinerja di berbagai sektor menunjukkan penataan tata kelola, efisiensi operasional, dan penguatan sinergi BUMN mulai memberikan hasil yang terukur bagi perekonomian nasional. (rn/*/pzv)

Komentar