Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com – Sejumlah program strategis pemerintah dipastikan mulai direalisasikan di Kabupaten Solok pada 2026. Program tersebut mencakup pengendalian banjir di tujuh sungai, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta peningkatan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, saat meninjau lokasi pembangunan pengendalian banjir di Batang Paninggahan dalam rangka reses perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Solok, Kapolsek, Wali Nagari Paninggahan, anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Ketua BPRN, perwakilan BPPW Sumbar, BPJN Sumbar, BWS Sumatera V, Forkopimca, serta masyarakat Nagari Paninggahan.
Dalam kesempatan itu, Zigo mengatakan pemerintah akan menangani tujuh sungai di Kabupaten Solok sebagai bagian dari program pengendalian banjir pascabencana dengan total anggaran Rp161 miliar.
“Ada lima sungai yang akan kita tangani, yaitu Batang Paninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Sumani, Batang Saniangbaka, dan Batang Limau. Ditambah Batang Lembang dan Batang Gawan, sehingga total ada tujuh sungai yang akan mendapatkan penanganan di Kabupaten Solok,” ujar Zigo.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,8 triliun yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2029.
Menurut Zigo, program pengendalian banjir di kawasan Paninggahan sempat menghadapi sejumlah kendala. Namun, setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaannya dipastikan tetap berjalan.
“Selama tidak ada masalah di lapangan, saya yang akan bertanggung jawab. Saya memberikan jaminan agar program ini tetap berjalan,” katanya.
Ia menjelaskan proses tender pengendalian banjir di Batang Gawan dan Batang Lembang telah lebih dahulu berjalan. Sementara pekerjaan di Batang Paninggahan ditargetkan dimulai paling lambat akhir September atau awal Oktober 2026.
Selain itu, Zigo memastikan pembangunan SPAM juga akan direalisasikan. Ia mengajak pemerintah nagari, masyarakat, dan para perantau mendukung penyediaan lahan agar program tersebut dapat segera dilaksanakan.
“Pembangunan SPAM ini berasal dari Kementerian melalui program CSR. Yang menjadi tantangan adalah pembebasan lahan. Saya berharap masyarakat bersama-sama mendukung agar program ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Ia menilai hibah lahan untuk pembangunan SPAM akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kalau lahan yang dihibahkan digunakan untuk pembangunan SPAM, kemudian airnya dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk masjid dan tempat berwudu, insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tuturnya.
Zigo juga memastikan kuota BSPS atau program bedah rumah di Sumatera Barat meningkat signifikan pada 2026. Jika pada 2025 hanya sekitar 826 unit, maka pada 2026 meningkat menjadi sekitar 8.471 unit. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Solok diproyeksikan memperoleh sekitar 280 unit bantuan.
Menurutnya, pemerintah turut menyempurnakan mekanisme pendataan penerima BSPS. Setiap usulan kini wajib dilengkapi foto rumah yang diunggah melalui aplikasi sehingga proses verifikasi menjadi lebih objektif dan transparan.
“Perubahan ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Banyak evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya sehingga sistem pendataannya kini semakin baik,” jelasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Zigo mengajak pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat bersama-sama mengawal seluruh program agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kabupaten Solok. (rn/*/pzv)














Komentar