Wali Kota Yota Balad Luncurkan PM-AAS, Pariaman Percepat Modernisasi Sektor Pertanian

Ekonomi15 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kota Pariaman mulai menerapkan teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai langkah mempercepat modernisasi sektor pertanian. Penerapan teknologi tersebut ditandai dengan kegiatan tanam perdana yang disaksikan langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kelompok Tani (Poktan) Kito Samolah di Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, Kamis (30/7).

Usai penanaman, Yota Balad menjelaskan PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, dan presisi. Teknologi ini mengadopsi praktik pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat, melalui sistem tanam benih langsung (tabela) dengan jarak tanam rapat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

“Hari ini adalah momen bersejarah bagi sektor pertanian di Kota Pariaman. Pelaksanaan tanam perdana berbasis teknologi modern ini merupakan bukti nyata komitmen kita bersama untuk mentransformasi sektor pertanian ke arah yang lebih efisien, tangguh, dan berdaya saing tinggi. Penerapan teknologi PM-AAS dinilai sangat cocok dan strategis untuk diterapkan di Kota Pariaman. Hal ini mengingat keterbatasan lahan di Pariaman yang tidak memungkinkan lagi untuk melakukan perluasan lahan pertanian,” ujar Yota.

Melalui penerapan PM-AAS di Poktan Kito Samolah, Pemerintah Kota Pariaman menargetkan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Selain itu, Desa Sungai Pasak diharapkan menjadi role model penerapan PM-AAS, mampu menarik minat generasi muda menjadi petani milenial, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Pariaman.

Yota juga meminta seluruh anggota Poktan Kito Samolah memanfaatkan bantuan dan pendampingan teknologi tersebut secara optimal.

“Manfaatkanlah bantuan dan pendampingan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Jaga semangat gotong royong, teruslah belajar, dan rawat fasilitas serta teknologi yang ada agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, kita juga berharap, teknologi ini mampu memberikan keunggulan nyata, seperti maksimalisasi hasil panen yang ditargetkan mencapai 9 hingga 10 ton per hektar, efisiensi mekanisasi yang tinggi, pengawasan lahan secara real-time, serta peningkatan keuntungan dan kesejahteraan para petani di Kota Pariaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menjelaskan PM-AAS mengusung lima prinsip utama, yakni sistem tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya berbasis teknologi digital, mekanisasi pertanian, intensifikasi produksi, dan penerapan yang spesifik sesuai kondisi lokasi.

Menurut Marlina, sistem tersebut berbeda dengan metode budidaya konvensional karena memadukan penggunaan benih unggul, jarak tanam rapat, pengelolaan air secara presisi, serta dukungan sarana dan alat pertanian modern.

“Untuk satu hektare lahan, komponen produksi yang disiapkan mencakup 70 kilogram benih, 300 kilogram pupuk urea, 400 kilogram NPK, pupuk organik padat dan cair, pembenah tanah, biodekomposer, dolomit cair, pupuk pelengkap cair, silika, ZPT, hingga obat-obatan pengendali hama,” ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen melakukan sosialisasi secara masif kepada camat dan kepala desa mengenai manfaat serta penerapan PM-AAS. Pemerintah juga melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup dalam pengolahan sampah organik guna memenuhi kebutuhan pupuk dan pembenah tanah.

“Semoga apa yang kita tanam hari ini tidak hanya tumbuh subur di tanah Sungai Pasak, tetapi juga membuahkan hasil melimpah yang mengangkat kesejahteraan para petani kita,” tutup Marlina. (rn/*/pzv)

Komentar