Pemerintah Percepat Sport Tourism, MotoGP Mandalika Sumbang Dampak Ekonomi Rp4,9 Triliun

Ekonomi19 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com – Pemerintah bersama Danantara Indonesia mempercepat pengembangan sport tourism sebagai salah satu penggerak investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja. Keberhasilan MotoGP Mandalika yang menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp4,9 triliun menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat yang dihadiri Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Senin (13/7/2026).

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, ajang olahraga internasional tidak hanya menjadi wadah prestasi, tetapi juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional.

“Ajang olahraga internasional memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Selain meningkatkan citra Indonesia di mata dunia, event olahraga juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta menarik investasi baru,” ujar Dony.

Berdasarkan materi pengembangan sport tourism yang dipaparkan dalam rapat tersebut, MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi nasional sekitar Rp4,9 triliun. Ajang itu juga menarik 140.324 penonton, melibatkan lebih dari 600 UMKM, menciptakan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, mendorong tingkat okupansi hotel hingga 100 persen, serta menambah 44 penerbangan.

Menurut Dony, capaian tersebut menunjukkan sport tourism memiliki potensi besar sebagai sektor strategis yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Karena itu, sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan.

“Kolaborasi yang kuat diperlukan agar Indonesia mampu menghadirkan lebih banyak event olahraga berskala internasional yang memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi masyarakat,” katanya.

Rapat tersebut juga membahas penyederhanaan perizinan, penguatan ekosistem investasi, serta pengembangan kalender event olahraga internasional. Langkah itu diharapkan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Dony menegaskan Danantara bersama BP BUMN siap mendukung berbagai upaya percepatan agar sport tourism menjadi salah satu penggerak utama investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat penyelenggaraan event olahraga internasional di kawasan, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke tanah air,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar