Transformasi Danantara Dongkrak Kinerja BUMN, 22 Perusahaan Catat Pertumbuhan Laba

Ekonomi23 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com – Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara mulai menunjukkan hasil. Hingga April 2026, sebanyak 22 BUMN membukukan pertumbuhan laba, dengan sejumlah perusahaan mencatat lonjakan hingga ratusan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data yang dihimpun hingga 27 Juni 2026 menunjukkan peningkatan kinerja terjadi di berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, perbankan, konstruksi, industri, hingga jasa. Capaian tersebut memperkuat indikasi bahwa transformasi BUMN yang dijalankan Danantara mulai berdampak terhadap kinerja perusahaan.

PT Pertamina menjadi BUMN dengan nilai laba terbesar, yakni Rp24,9 triliun atau meningkat sekitar 80 persen dibandingkan April 2025. MIND ID turut mencatat laba Rp14,1 triliun atau tumbuh 31 persen.

Di sektor perbankan, Bank Mandiri membukukan laba Rp21,3 triliun atau naik 13 persen, sedangkan BRI mencatat laba Rp21,2 triliun atau meningkat 15 persen. PT Pupuk Indonesia juga membukukan pertumbuhan signifikan dengan laba Rp4,8 triliun atau melonjak 202 persen.

Pegadaian memperoleh laba Rp4,3 triliun atau meningkat 87 persen. Sementara itu, Bank BTN menjadi BUMN dengan pertumbuhan laba tertinggi setelah membukukan laba Rp1,4 triliun atau melonjak sekitar 1.339 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan kinerja juga terlihat pada sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian. Krakatau Steel berhasil berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar setelah menjalankan restrukturisasi dan memperoleh dukungan permodalan. LEN Indonesia juga berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.

Kimia Farma mencatat laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar. Semen Indonesia kembali membukukan laba Rp106 miliar usai menjalankan transformasi bisnis. Agrinas Pangan mencatat laba Rp465 miliar, sedangkan Danareksa memperoleh laba Rp43 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.

BUMN lainnya juga mencatat pertumbuhan positif. Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau naik 169 persen. Hutama Karya meraih laba Rp628 miliar atau meningkat 40 persen. InJourney mencatat laba Rp300 miliar atau naik 33 persen, sedangkan ADHI Karya membukukan kenaikan laba 667 persen menjadi Rp69 miliar.

Di sisi lain, BSI mencatat laba Rp2,8 triliun atau tumbuh 18 persen. BNI membukukan laba Rp7,2 triliun atau meningkat 6 persen. Sucofindo, ID Survey, dan Surveyor Indonesia juga mencatat pertumbuhan laba sepanjang periode tersebut.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan capaian tersebut menunjukkan transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony.

Menurut Dony, BP BUMN dan Danantara akan terus menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi resmi sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi informasi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses transformasi BUMN.

Ia berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus dipertahankan. Dony juga meminta seluruh jajaran BUMN memperkuat sinergi, menjaga kinerja perusahaan, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan capaian tersebut, BUMN diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembangunan sekaligus mendukung transformasi ekonomi Indonesia. (rn/*/pzv)

Komentar