Firdaus: Perempuan Jangan Hanya Jadi Pemenuh Kuota Politik

Politik8 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran perempuan sebagai subjek politik dan penggerak pembangunan daerah. Forum tertinggi organisasi tingkat provinsi itu digelar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (19/6/2026).

Muswil dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PKB Rico Alviano, ST, pengurus DPP Perempuan Bangsa Enung, Ketua DPW PKB Sumatera Barat Firdaus, S.HI, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat yang diwakili Dr. Nikmatul Laili, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah kader dan undangan.

Wakil Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Hj. Neng Eem Marhamah Zulfa, M.M., yang membuka Muswil secara resmi, menegaskan Perempuan Bangsa merupakan organisasi yang dibangun atas semangat pergerakan, penghormatan terhadap perempuan, dan kebangkitan bangsa.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi sentral dalam kehidupan dan peradaban sehingga harus mendapat penghormatan yang layak serta didorong untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

“Perempuan bagi kita semua adalah rahim peradaban dunia, rahim peradaban bangsa, rahim peradaban manusia, dan rahim peradaban kehidupan kita semuanya,” ujar Neng Eem.

Ia juga mengajak kader Perempuan Bangsa untuk terus menjaga optimisme dan semangat kebangkitan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Yang membuat seseorang berhasil dan sukses adalah ketika dia jatuh, lalu bangkit kembali. Ketika berkali-kali gagal, dia tetap bangkit kembali,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sumatera Barat Firdaus menilai perempuan tidak boleh lagi diposisikan sekadar sebagai pelengkap atau pemenuh kuota dalam politik.

Menurut dia, perempuan harus menjadi pelaku utama dan subjek politik karena memiliki peran strategis dalam pembangunan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, serta berbagai kebijakan publik.

“Jangan sampai perempuan hanya dibicarakan sebagai isu atau hanya menjadi objek politik. Perempuan harus benar-benar menjadi subjek dan pelaku politik,” tegas Firdaus.

Ia mengatakan Sumatera Barat memiliki sejarah panjang perjuangan perempuan melalui tokoh-tokoh seperti Rohana Kudus dan Rahmah El Yunusiyah yang memberikan kontribusi besar bagi pendidikan dan kemajuan perempuan.

Firdaus juga menyebut kader-kader perempuan PKB di Sumatera Barat mulai menunjukkan kiprahnya dalam berbagai kontestasi politik, baik pada ranah legislatif maupun eksekutif.

“PKB tidak menempatkan perempuan sebagai objek politik, tetapi sebagai subjek politik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat yang diwakili Dr. Nikmatul Laili menyebut Muswil menjadi momentum penting untuk merumuskan arah perjuangan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader.

Ia mengajak seluruh kader Perempuan Bangsa di Sumatera Barat untuk merapatkan barisan, menyatukan tekad, dan terus mengabdikan diri bagi masyarakat.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam organisasi yang sehat. Namun, perbedaan tersebut harus dijadikan sebagai kekuatan, bukan kelemahan,” kata Nikmatul.

Muswil DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa. (pzv)

Komentar