Mulyadi Sebut Santri Tahfiz Aset Berharga Kota Pariaman

Pendidikan39 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyebut wisuda tahfiz 102 santri SDIT Mutiara Kota Pariaman sebagai optimisme besar bagi masa depan daerah karena melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki bekal Al-Qur’an dan akhlak yang kuat.

Pernyataan itu disampaikan Mulyadi saat menghadiri Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Generasi XII Tahun 2026 SDIT Mutiara di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (6/6).

Dalam sambutannya, Mulyadi mengaku bangga dan terharu melihat ratusan siswa tingkat sekolah dasar mampu menghafal juz-juz Al-Qur’an dengan baik. Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman, yakni satu rumah satu hafiz.

“Melihat 102 anak-anak kita diwisuda tahfiz hari ini adalah sebuah optimisme besar bagi masa depan Kota Pariaman. Mereka bukan hanya kebanggaan orang tua, melainkan aset berharga Kota Pariaman yang akan membawa keberkahan. Pemerintah daerah akan selalu mendukung penuh lembaga pendidikan yang fokus pada pembentukan karakter berbasis Al-Qur’an,” ujar Mulyadi.

Ia menegaskan, Kota Pariaman tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki benteng iman yang kokoh, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an. Menurutnya, upaya yang dilakukan SDIT Mutiara merupakan investasi nyata untuk masa depan Kota Pariaman yang lebih baik.

Mulyadi juga mengingatkan para santri agar terus menjaga hafalan melalui murajaah, disiplin menjalankan salat, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari semuanya. Ini adalah awal dari perjalanan panjang. Jangan pernah bosan murajaah, jaga salat, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupmu. Teruslah melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan membawa nama baik almamater dan kebanggaan orang tua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan SDIT Mutiara berhasil menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual melalui program tahfiz Al-Qur’an.

“Hari ini 102 santri SDIT Mutiara telah membuktikan bahwa menjadi seorang hafiz tidaklah begitu sulit. Tantangan pendidikan di era sekarang semakin kompleks. Namun, berkat kesabaran, keikhlasan, dan profesionalisme bapak dan ibu guru, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal Al-Qur’an di dada mereka,” ujarnya.

Hertati menilai peran guru menjadi pilar utama kemajuan pendidikan di Kota Pariaman. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kota Pariaman yang maju, religius, dan berbudaya melalui pendidikan dasar berbasis Al-Qur’an.

“Selamat berwisuda, selamat melanjutkan perjuangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah kita semua,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar