Rahmat Saleh Tawarkan Bioflok dan RAS untuk Usaha Sekolah

Pendidikan23 Dilihat

Pesisir Selatan, RANAHNEWS.com — Pengembangan unit usaha berbasis budidaya ikan di lingkungan sekolah menjadi fokus dorongan dalam kunjungan ke Yayasan Cahaya Linggo Madani, SDIT Mardhatilah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan melalui pemanfaatan teknologi perikanan.

Gagasan tersebut menekankan bahwa budidaya ikan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan bagi yayasan.

“Ini bukan hanya soal pembelajaran, tapi bagaimana sekolah bisa punya unit usaha sendiri yang hidup. Budidaya ikan ini bisa jadi sumber pemasukan jika dikelola serius,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh.

Dalam pelaksanaannya, ditawarkan dua sistem budidaya, yakni bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS), yang dinilai mampu menghasilkan produksi tinggi meski dengan keterbatasan lahan.

Rahmat menekankan perlunya perhitungan matang sebelum menentukan sistem yang akan digunakan, mulai dari biaya awal, operasional, hingga tingkat keberhasilan produksi.

“Kita tidak ingin program ini hanya bagus di awal. Harus dihitung betul mana yang paling efisien dan berkelanjutan, apakah bioflok atau RAS,” katanya.

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan di sekolah dapat mengintegrasikan pembelajaran vokasi dengan praktik kewirausahaan, sekaligus menjadi alternatif penguatan ekonomi lembaga di tengah keterbatasan pendanaan.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk pembangunan musholla sekolah sebagai dukungan terhadap fasilitas pendidikan.

Pelaksana Tugas Ketua Yayasan Cahaya Linggo Madani, Ana, menyatakan program tersebut sejalan dengan visi yayasan dalam membangun kemandirian sejak berdiri pada 2020.

“Kalau ini berjalan, bukan hanya siswa yang belajar, tapi yayasan juga punya sumber pendapatan tambahan,” ucapnya.

Dengan 57 tenaga pendidik dan staf serta lebih dari 240 siswa, yayasan menilai program ini berpotensi mengintegrasikan pembelajaran praktik dengan penguatan ekonomi internal. (rn/*/pzv)

Komentar