Padang Pariaman Targetkan Rebut Juara Umum Porprov Sumbar 2026

Olahraga59 Dilihat

Padang Pariaman, RANAHNEWS.com — Kabupaten Padang Pariaman menargetkan merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Tekad tersebut disampaikan pemerintah daerah setelah pada Porprov XV sebelumnya hanya mampu finis di posisi kedua di bawah Kota Padang.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat rapat koordinasi persiapan Porprov bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus dan panitia persiapan Porprov di ruang pertemuan Bupati di Parik Malintang, Kamis (5/3/2026).

“Kami tidak mau menjadi nomor dua lagi. Insya Allah Padang Pariaman siap menjadi yang terbaik pada pelaksanaan Porprov XVI nanti. Ibarat pepatah, jangankan mau kalah, draw saja kami tak rela,” tegas John Kenedy Azis.

Dalam upaya mengejar target tersebut, Padang Pariaman juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga pada Porprov XVI. Cabang yang diusulkan antara lain renang, panjat tebing, sepak bola, tarung derajat, kriket, woodball, futsal, dan sambo.

“Terkait ini, saya minta pengurus KONI Padang Pariaman menjalin komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga agar cabor-cabor tersebut bisa diselenggarakan di Padang Pariaman,” ujarnya.

Ia menyebut daerahnya memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan, seperti sport hall berkapasitas sekitar 2.500 penonton, keberadaan Stadion Utama Sumbar di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, serta fasilitas lainnya.

Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi Basir mengatakan komunikasi dengan sejumlah pengurus provinsi cabang olahraga telah dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah menjadi tuan rumah pertandingan.

“Awalnya kita hanya merencanakan tiga cabang olahraga. Namun dengan semangat pak Bupati, dan setelah melakukan komunikasi dengan beberapa pengprov, peluangnya bertambah menjadi tujuh cabang olahraga bahkan lebih. Kami akan terus menjalin koordinasi agar Padang Pariaman bisa menjadi tuan rumah yang siap dan kompetitif,” ujar Asmadi.

Ketua Organizing Committee persiapan Porprov XVI, Septri, menilai ajang tersebut juga dapat menjadi momentum untuk kembali mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga di daerah, termasuk Stadion Utama Sumbar.

“Jika pembukaan Porprov bisa digelar di Stadion Utama Sumbar, tentu ini menjadi momentum agar fasilitas yang selama ini terbengkalai bisa kembali mendapat perhatian dan dimanfaatkan,” kata Septri.

Namun demikian, John Kenedy Azis menyarankan agar seremoni pembukaan tetap diprioritaskan di Kota Padang yang memiliki fasilitas lebih representatif, seperti GOR H. Agus Salim.

“Padang punya GOR H. Agus Salim yang sangat representatif dan berada Ibu Kota Provinsi, sehingga gezahnya akan tampak,” katanya.

Ia menambahkan apabila Kota Padang tidak dapat menyelenggarakan pembukaan karena rencana rehabilitasi GOR tersebut pada Oktober mendatang, maka Padang Pariaman siap membicarakan peluang untuk mengambil peran tersebut.

Selain itu, ia meminta panitia persiapan Porprov segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait peran tuan rumah dalam penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Kami minta SOP yang jelas, supaya tahu apa yang harus disiapkan tuan rumah dan apa kewajiban KONI provinsi. Kita tidak ingin disaat penyelenggaraan nanti muncul masalah, karena ini juga berdampak pada prestasi,” katanya.

Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan jajaran KONI daerah dalam mendukung penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar.

“Kami mengapresiasi semangat Bupati dan jajaran KONI Padang Pariaman yang menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan Porprov 2026. Dukungan kepala daerah sangat penting, baik dalam hal kesiapan penyelenggaraan maupun peningkatan prestasi atlet,” ujar Hamdanus.

Ia menyebutkan saat ini terdapat 11 daerah di luar Kota Padang yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah bersama sejumlah cabang olahraga pada Porprov XVI.

Menurutnya, ada empat syarat utama bagi kabupaten atau kota yang ingin menjadi tuan rumah cabang olahraga, yakni rekomendasi dari pengurus provinsi cabang olahraga, penetapan cabang olahraga oleh KONI kabupaten atau kota, persetujuan kepala daerah, serta kesanggupan menyediakan sarana dan prasarana teknis.

“Empat poin itu diserahkan ke KONI Sumbar dan selanjutnya diputuskan dalam rapat koordinasi teknis anggota KONI Sumbar sebelum ditetapkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI 2026,” jelas Hamdanus. (rn/*/pzv)

Komentar