Akhmad Munir Soroti Keunggulan Wartawati di Dunia Jurnalistik

News27 Dilihat

Serang, RANAHNEWS.com — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menilai wartawati memiliki keunggulan dalam membangun komunikasi jurnalistik, terutama kemampuan yang lebih luwes saat menembus dan berinteraksi dengan narasumber.

Pernyataan tersebut disampaikan Akhmad Munir saat menghadiri Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).

“Wartawati sering kali lebih luwes dalam menembus narasumber. Ini pengamatan umum di dunia jurnalistik, terutama karena pendekatan interpersonal yang kuat,” ujar Munir.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan PWI Pusat itu diikuti ratusan wartawati dari berbagai daerah. Acara dibuka Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan menghadirkan CEO Kompas TV Rosiana Silalahi sebagai narasumber.

Dalam sesi dialog, Rosiana Silalahi membagikan pengalaman berkarier sebagai wartawati sekaligus pimpinan media. Ia menegaskan profesi jurnalistik, khususnya di televisi, memiliki tantangan besar yang menuntut tanggung jawab tinggi.

“Di balik kesan sukses, ada tanggung jawab besar. Jalani profesi ini sepenuh hati dan berikan kontribusi lebih dari sekadar penugasan,” kata Rosiana, yang mengawali karier jurnalistiknya di TVRI.

Rosiana juga menyoroti praktik pengambilan konten jurnalistik tanpa izin yang masih marak, terutama oleh sejumlah media daerah. Menurutnya, banyak konten Kompas TV yang ditayangkan ulang tanpa tanggung jawab, bahkan dengan konteks berbeda.

Ia mendorong perusahaan pers daerah untuk memproduksi karya jurnalistik orisinal berbasis potensi lokal agar memiliki daya saing. “Produk jurnalistik yang unik dan berkualitas akan lebih mudah bersaing,” ujarnya.

Silaturahmi ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan penguatan peran wartawati dalam jurnalistik nasional, sekaligus bagian dari rangkaian HPN 2026 yang berlangsung pada 6–9 Februari 2026 dengan dukungan berbagai mitra nasional. (rn/*/pzv)

Komentar