Yayasan Gempita Gandeng Lapas Padang Gelar Pendidikan Kesetaraan

News112 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat menjalin perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Padang untuk menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan. Kerja sama ini merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pendidikan warga negara di dalam lembaga pemasyarakatan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Lapas Kelas II A Padang, Jumat (6/2/2026). Program pendidikan kesetaraan yang disepakati mencakup jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas bagi narapidana di Lapas Kelas II A Padang.

Kepala Lapas Kelas II A Padang, Junaidi Rison, menyatakan antusiasmenya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan komitmen pihak lapas untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.

“Program pendidikan kesetaraan ini diharapkan dapat diikuti oleh warga binaan dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” ujar Junaidi Rison.

Ketua Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat, Nurkhalis, mengajak seluruh warga binaan Lapas Kelas II A Padang untuk berpartisipasi aktif dalam program pendidikan yang disediakan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tersebut terbuka bagi seluruh warga binaan tanpa memandang usia, dengan syarat utama adanya kemauan untuk belajar.

“Pendidikan ini diselenggarakan tanpa batasan usia. Yang terpenting adalah kemauan warga binaan untuk mengikuti proses belajar,” kata Nurkhalis.

Pada kegiatan tersebut, Junaidi Rison bersama jajaran pejabat struktural Lapas Kelas II A Padang dan Nurkhalis selaku Ketua Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat menyepakati komitmen bersama untuk mendukung pendidikan warga binaan Lapas Muaro Padang.

Nurkhalis berharap program pendidikan kesetaraan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Ia menyebutkan, ijazah pendidikan dari Kementerian Pendidikan diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk kembali ke masyarakat.

“Kami berharap setelah selesai menjalani pembinaan di lapas, warga binaan memiliki harapan baru untuk kembali ke masyarakat dengan modal pendidikan, ijazah, serta keterampilan yang akan diberikan secara bertahap,” pungkas Nurkhalis.

Ia menambahkan, pihaknya juga siap memberikan pendampingan lanjutan bagi warga binaan yang berminat di bidang pertanian dan peternakan di Sumatera Barat. Pendampingan tersebut sejalan dengan perannya sebagai Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia Wilayah Sumatera Barat di bawah binaan Kementerian Pertanian. (rn/*/pzv)

Komentar