Libur Nataru Ditinggalkan, Pembangunan Huntara Tamiang Dipercepat

News148 Dilihat

Aceh Tamiang, RANAHNEWS – Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipacu agar segera dapat dihuni. Di tengah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), ratusan pekerja tetap berada di lokasi proyek demi memastikan warga korban banjir tidak berlama-lama tinggal di tenda darurat.

PT Hutama Karya (Persero) mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pembangunan Huntara. Komitmen tersebut terlihat dari aktivitas pekerjaan yang terus berjalan meski memasuki masa libur akhir tahun.

Sejumlah pekerja bahkan rela meninggalkan waktu libur bersama keluarga demi menyelesaikan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak banjir. Tekad tersebut datang tidak hanya dari pekerja luar daerah, tetapi juga warga lokal yang ikut terlibat dalam pembangunan.

“Tidak penting libur tahun baru, yang penting Huntara tuntas, supaya saudara Tamiang kita tidak tidur di tenda darurat lagi,” ujar Alharis, warga lokal yang menjadi pekerja Huntara, Minggu (29/12/2025) siang di halaman Masjid Darussallam, Aceh Tamiang.

Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, melalui Executive Vice President (EVP) Hutama Karya, Mardianshah, menyampaikan bahwa progres pembangunan di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Progres pematangan lahan saat ini hampir selesai. Di Area B, pekerjaan umpak sudah dimulai, termasuk proses fabrikasi. Material juga hampir 100 persen terkumpul dan telah tiba di lokasi. Bahkan, target kami besok Huntara sudah selesai, kami berpacu dengan cuaca yang tidak menentu di Tamiang,” ujar Mardianshah.

Ia menjelaskan, manajemen Hutama Karya secara langsung turun ke lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Perusahaan juga mendatangkan material dan tenaga kerja dari berbagai daerah, mulai dari Medan, Pekanbaru, hingga Pulau Jawa.

“Seluruh sumber daya kami kerahkan, termasuk dukungan dari BUMN Karya lainnya. Tujuannya agar pembangunan Huntara ini selesai tepat waktu dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Menurut Mardianshah, percepatan pembangunan dilakukan karena waktu yang sangat terbatas. Hutama Karya menargetkan warga yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat dapat segera dipindahkan ke hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

“Kami ingin masyarakat bisa segera pindah dari tenda ke Huntara, agar lebih terjamin kesehatannya dan bisa menjalani kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN, dengan dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Pertamina, PLN, serta sejumlah BUMN Karya lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian seluruh unit hunian sementara.

Total Huntara yang dibangun di Aceh Tamiang mencapai 600 unit. Dengan dukungan cuaca yang kondusif, Hutama Karya optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga warga terdampak banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

“Banyak rumah warga yang rusak dan tidak bisa ditempati. Dengan selesainya Huntara ini, masyarakat tidak lagi kedinginan di tenda dan perlahan bisa kembali menjalani kehidupan seperti biasa,” tambah Mardianshah.

Ia juga menegaskan komitmen seluruh tim yang tetap bekerja di tengah masa libur akhir tahun.

“Di masa liburan ini, kami rela meninggalkan keluarga dan menunda liburan demi mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak banjir,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar