Keselamatan Prioritas, Yota Balad Desak Plang Pintu Kereta di Pariaman

News307 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS — Keselamatan warga menjadi perhatian utama Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Dalam rapat internal Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang bersama Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, Selasa (30/9/2025), ia mengusulkan pembangunan plang pintu otomatis di sejumlah perlintasan sebidang kereta api yang belum memiliki pengamanan memadai.

“Kita mengusulkan pembuatan plang perlintasan sebidang di Kota Pariaman. Keselamatan warga adalah prioritas. Masih banyak perlintasan yang belum dilengkapi plang pintu otomatis,” tegas Yota.

Ia menekankan, perlintasan sebidang merupakan titik rawan kecelakaan karena jalur kereta api dan jalan raya bersilangan pada bidang yang sama. Keberadaan plang, menurutnya, penting untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan agar mendahulukan kereta api.

“Sejak 1905 kereta api sudah aktif di Pariaman, lalu berhenti beroperasi pada 1983, dan kembali aktif tahun 2014. Selama tidak beroperasi, banyak pembangunan yang dilakukan. Kini, kecelakaan sering terjadi karena ketiadaan plang, terutama dialami pengunjung yang datang ke Pariaman. Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, kami berharap usulan ini segera ditindaklanjuti, apalagi frekuensi kereta di jalur Padang–Pariaman semakin tinggi,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, yang menilai usulan itu mendesak untuk segera direalisasikan.

“Ini usulan yang sangat tepat. Keselamatan warga harus jadi prioritas utama. Saya akan memperjuangkan aspirasi Wali Kota Pariaman di pusat,” ujarnya.

Zigo menambahkan, kewenangan pembangunan palang pintu berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan DPR RI sangat penting. “Kami akan menindaklanjuti dengan Kemenhub, membahasnya dalam rapat kerja atau rapat dengar pendapat bersama PT KAI, dan menekankan urgensi pembangunan palang pintu di titik-titik rawan,” imbuhnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Amin Hudaya, turut menyampaikan bahwa hingga September 2025 tercatat 22 kecelakaan di perlintasan sebidang. Saat ini ada 286 perlintasan resmi dengan 61 dijaga, 60 tidak terdaftar, dan sebagian lainnya tanpa penjagaan.

“PT KAI sudah merencanakan pembangunan skybridge di Bandara Internasional Minangkabau. Semoga usulan dari pemerintah daerah bisa segera direalisasikan sehingga angka kecelakaan di jalur kereta menurun, bahkan diharapkan tidak ada lagi,” ungkap Amin.

Rapat ini juga dihadiri Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani, Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz, Wakil Bupati Rahmat Hidahat, serta Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim. (rn/*/pzv)

Komentar