Maigus Nasir: Penanggulangan Bencana Prioritas Pembangunan Kota Padang

News315 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Kota Padang yang berada di pesisir barat Sumatera dengan bentang pantai dan perbukitan menyimpan kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana. Ancaman banjir, longsor, angin puting beliung, abrasi pantai, gempa bumi, hingga tsunami menuntut pemerintah daerah memiliki strategi mitigasi yang terukur, termasuk kajian kebutuhan pascabencana.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa dilepaskan dari arah pembangunan kota. “Penanggulangan bencana merupakan bagian dari program pembangunan nasional dan menjadi prioritas bagi Pemko Padang. Semua itu bermuara pada satu tujuan, yaitu membangun ketahanan masyarakat Kota Padang terhadap bencana,” ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) di Kawana Hotel, Selasa (2/9/2025).

Ia berharap Bimtek ini mampu memperkuat kapasitas tim Jitupasna Kota Padang dalam menyusun dokumen kajian kebutuhan pascabencana. “Melalui Bimtek, kami berharap tim dapat membuat kajian yang tepat dan membantu penanganan bencana secara lebih baik,” katanya.

Pengkajian kebutuhan pascabencana, lanjutnya, mencakup identifikasi dan perhitungan kerusakan maupun kerugian, baik fisik maupun nonfisik, yang menyangkut aspek pembangunan manusia, perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga lintas sektor.

Menurut Maigus, dukungan sumber daya manusia yang mumpuni sangat diperlukan agar rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat tersusun secara terpadu. “Fasilitasi penyusunan rencana aksi pascabencana membutuhkan SDM yang mampu melaksanakan kajian dengan tepat dan menyeluruh,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi ke-6 Pemko Padang, yakni memperkuat jaringan ketahanan bencana serta program unggulan Padang Sigap. “Ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan situasi darurat. Apalagi pada November 2025 nanti, Kota Padang akan melaksanakan simulasi tsunami dengan melibatkan 250 ribu warga,” jelasnya.

Dengan adanya persiapan yang sistematis, Pemko Padang berharap upaya mitigasi dan penanganan pascabencana dapat berjalan efektif demi keselamatan dan ketahanan masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar